Ternyata Audi AG masih merasa belum puas dengan dua mesin yang dimilikinya, yakni mesin berkapasitas 4.2 Liter, 8 silinder dalam konfigurasi V (V8), yang dilengkapi injektor bahan bakar bertekanan tinggi (FSI), dan mesin diesel 6.0 Liter, V12, yang dilengkapi commonrail dan dua turbocharger (TDI). Pada tanggal 11 Desember 2008, Audi AG memberikan mesin bensin baru yang lebih besar, yakni mesin bensin berkapasitas 5.2 Liter, V10, FSI.
Padahal, kedua mesin itu sudah termasuk mesin unggulan. Mesin bensin 4.2 Liter, V8, FSI, menghasilkan tenaga maksimum 420 PK dan torsi maksimum 430 Nm, serta sanggup memacu Audi R8 dari 0-100 kilometer per jam dalam wak- tu 4,6 detik. Kecepatan maksimumnya 301 kilometer per jam.
Sementara mesin diesel 6.0 Liter, V12, TDI, menghasilkan tenaga maksimum 498 PK dan torsi maksimum 1.000 Nm serta sanggup memacu Audi R8 dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 4,2 detik. Kecepatan maksimum mendekati 300 kilometer per jam.
Adapun mesin baru, 5.2 Liter (5.204 cc), V10, FSI, itu sanggup menyemburkan tenaga maksimum 525 PK pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 530 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga dan torsi besar yang dicapai pada putaran mesin tinggi itu membuat Audi R8 sanggup mencapai kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti dalam waktu 3,9 detik. Kecepatan maksimum 316 kilometer per jam.
Pada saat mesin dipacu cepat, suara raungan mesin 10 silinder itu mirip konser yang menggabungkan derum suara bas dan lengkingan nada suara yang sangat tinggi. Suaranya sangat menggiriskan. Putaran mesin baru menyentuh garis batas merah pada 8.700 rpm.
Bahan bakar yang diguna- kan Audi R8 5.2 V10 adalah Pertamax Plus mengingat rasio kompresi mesin tersebut 1 : 12,5. Konsumsi bahan bakarnya 1 liter berbanding 7,29 kilometer. Cukup irit untuk mesin 5.2 Liter. (JL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang