JAKARTA, RABU — Ekonomi Syariah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan pembiayaan Ekonomi Syariah selalu di atas pertumbuhan pembiayaan nasional.
Menurut Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang juga sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad, tahun 2007 lalu, pertumbuhan pembiayaan Syariah lebih tinggi 5-10 persen di atas kredit nasional. "Mudah-mudahan 2009 masih seperti itu," kata Muliaman di Gedung Kebon Sirih, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (23/12).
Hal ini menunjukkan bahwa animo masyarakat yang semakin besar dan meningkat. Bahkan, tahun ini akan ada beberapa bank yang menjadi bank syariah. "Saya kira animo dan antusiasme tetap sama bahkan akan lebih besar di 2009," ujarnya.
Namun, menurut Muliaman, kondisi keuangan global yang mengancam turunnya pertumbuhan ekonomi tahun 2009 harus direspons bukan hanya oleh perbankan konvensional, tetapi juga syariah sebab tetap ada risiko kredit, pinjaman, dan pendanaan yang dihadapi. Jadi, para penggiat ekonomi syariah tidak boleh lengah untuk menghadapi tahun 2009 yang sedikit bergelombang. "Ini harus direspons sebaik-baiknya sebab ini akan jadi batu ujian," tutur Muliaman.
Sementara itu, Menneg BUMN Sofyan A Djalil mengatakan, antusiasme yang luar biasa terhadap sistem ekonomi Syariah diharapkan dapat menjadi lebih baik di tahun-tahun mendatang.
Sofyan mengakui, saat ini sistem keuangan Syariah masih sangat kecil, atau kurang dari 3 persen dari keuangan negara. "Kalau dijadikan solusi krisis ekonomi masih jauh, ini diupayakan terus menurus supaya bisa dijadikan alternatif," kata Sofyan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang