Pertumbuhan Pembiayaan Syariah Tinggi

Kompas.com - 24/12/2008, 08:10 WIB

JAKARTA, RABU — Ekonomi Syariah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan pembiayaan Ekonomi Syariah selalu di atas pertumbuhan pembiayaan nasional.

Menurut Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang juga sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad, tahun 2007 lalu, pertumbuhan pembiayaan Syariah lebih tinggi 5-10 persen di atas kredit nasional. "Mudah-mudahan 2009 masih seperti itu," kata Muliaman di Gedung Kebon Sirih, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (23/12).

Hal ini menunjukkan bahwa animo masyarakat yang semakin besar dan meningkat. Bahkan, tahun ini akan ada beberapa bank yang menjadi bank syariah. "Saya kira animo dan antusiasme tetap sama bahkan akan lebih besar di 2009," ujarnya.

Namun, menurut Muliaman, kondisi keuangan global yang mengancam turunnya pertumbuhan ekonomi tahun 2009 harus direspons bukan hanya oleh perbankan konvensional, tetapi juga syariah sebab tetap ada risiko kredit, pinjaman, dan pendanaan yang dihadapi. Jadi, para penggiat ekonomi syariah tidak boleh lengah untuk menghadapi tahun 2009 yang sedikit bergelombang. "Ini harus direspons sebaik-baiknya sebab ini akan jadi batu ujian," tutur Muliaman.

Sementara itu, Menneg BUMN Sofyan A Djalil mengatakan, antusiasme yang luar biasa terhadap sistem ekonomi Syariah diharapkan dapat menjadi lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Sofyan mengakui, saat ini sistem keuangan Syariah masih sangat kecil, atau kurang dari 3 persen dari keuangan negara. "Kalau dijadikan solusi krisis ekonomi masih jauh, ini diupayakan terus menurus supaya bisa dijadikan alternatif," kata Sofyan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau