JAKARTA, RABU — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau dunia perbankan agar mempermudah prosedur pengajuan kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Gubernur Foke mengakui, hingga saat ini banyak pengusaha UMKM yang masih enggan mengajukan kredit ke bank karena rumitnya proses pengajuan kredit.
"Jadi, kita tidak boleh menghalangi mereka ke sumber-sumber keuangan. Saat ini sebagian orang masih belum memiliki akses ke dunia perbankan. Padahal, jika mereka diberikan bimbingan, mereka akan berkembang, dan dapat membuka lapangan pekerjaan, dan memantapkan kondisi sosial dan ekonomi di lingkungan masing-masing," ujar Foke ketika membuka pertemuan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) dan nasabah bertema "Menumbuhkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam Memanfaatkan Krisis Ekonomi Global" yang diselenggarakan di Mal UKM Center, Jakarta, Rabu (24/12).
Foke melanjutkan, persyaratan mengajukan proposal usaha dapat diganti dengan mengisi formulir pengajuan kredit. Demikian pula dengan agunan sertifikat tanah, yang tidak semua orang memilikinya.
"Agunan cukup dengan BPKB kendaraan. Jadi, persyaratan harus diupayakan lebih sederhana. Dengan demikian, perbankan dapat menjangkau sasaran yang lebih luas, dan mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat," ujar Foke.
Ia juga mengaku telah mengimbau agar seluruh aparat Pemprov DKI memerhatikan masukan-masukan dari KKMB Provinsi DKI dan pelaku usaha UMKM agar dapat memberikan layanan secara optimal.
Sepanjang bulan Januari-Oktober 2008, KKMB telah berhasil melakukan fasilitas kepada 463 pelaku UMKM, dengan nilai total kredit sebesar Rp 8,8 miliar, dan Rp 18,8 miliar lagi masih dalam proses.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang