Tahun Depan, Aura Negatif Masih Selimuti Bursa

Kompas.com - 24/12/2008, 15:06 WIB

JAKARTA, RABU — Sepertinya, tahun depan, investor masih harus bersabar. Pasalnya, aura negatif krisis global masih membayangi bursa saham. Alhasil, laju indeks juga tidak akan terlalu kencang.

Para analis memang cukup pesimistis akan nasib bursa pada tahun kerbau mendatang. Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero bilang, bursa bisa membaik di 2009, tetapi kinerjanya tidak istimewa sebab investor asing menahan diri menempatkan dananya di Indonesia. Ujung-ujungnya, foreign direct investment (FDI) pun bakal seret. "Kalau FDI berani masuk ke sektor riil, investasi asing di portofolio juga bakal naik," tuturnya.

Danny Eugene, Kepala Riset Sarijaya Sekuritas, mengatakan, masalah keuangan yang membelit institusi-institusi keuangan raksasa di Amerika Serikat (AS), membuat mereka terpaksa menarik sebagian dana yang diinvestasikan di luar negeri. "Di AS juga terjadi redemption sehingga mereka butuh uang tunai. Nanti kalau pasar AS sudah pulih, mereka akan balik ke Indonesia," ungkap Danny.

Sementara itu, Guntur Pasaribu, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak menampik prediksi para analis tersebut. Menurutnya, pasar modal Indonesia memang tidak bisa steril dari pengaruh global.

"Tahun 2009, kita masih memiliki satu ketahanan karena harga minyak turun," jelasnya. Fundamental Indonesia masih cukup kuat. Tingkat inflasi relatif terkendali sehingga ada peluang bagi suku bunga untuk turun lagi. Posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pun mulai menguat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau