JAKARTA, KAMIS — Walaupun tiga tahun lalu Gereja Santo Yoseph-Matraman sempat terkena bom, tetapi pengamanan perayaan Misa Natal 2008 kali ini dilakukan secara sederhana, yakni hanya menggunakan metal detector tangan.
Sekitar 112 personel keamanan gabungan dari Polres Jakarta Timur, Polsek Matraman, dan Koramil, pun hanya berjaga-jaga di luar kompleks gereja. Selebihnya, gereja yang bersebelahan dengan gedung SD, SMP, dan SMA Marsudirini ini hanya mengandalkan pengamanan dari pengurus.
"Umat kami tidak trauma terhadap kejadian tiga tahun lalu. Kami yakin tidak akan terjadi hal-hal buruk karena kami datang ke gereja dengan hati yang baik. Dan puji Tuhan, sampai misa pagi ini, Misa Natal berjalan tanpa gangguan apa pun. Ini berkat kerja sama semua pihak," ujar Ketua Panitia Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 Gereja Santo Yoseph-Matraman Paternus Telyoarubun ketika ditemui Kompas.com, Kamis (25/12).
Paternus menambahkan, sebelum Misa Natal kemarin, yang dihadiri 3.000 anggota jemaat, dilaksanakan, aparat keamanan telah melakukan penyisiran ke semua sudut-sudut gereja pada pukul 16.00, atau satu jam sebelum misa pertama dimulai. Berdasarkan hasil penyisiran tersebut, aparat tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan.
Misa Natal pagi ini, kata Paternus, dipimpin oleh Pastor Victor Banu Swd, dan dihadiri oleh sekitar 1.000 anggota jemaat yang sebagian besar berasal dari wilayah Jakarta Timur. Sementara itu, pada pukul 16.30, akan diselenggarakan Misa Natal khusus untuk kaum lanjut usia (lansia).
"Ini adalah bentuk perhatian kami kepada kaum lansia. Mereka tentu membutuhkan perhatian dari kita," ujar Paternus.