Natal di Gereja Santo Yoseph, Pengamanan Tidak Terlalu Ketat

Kompas.com - 25/12/2008, 12:17 WIB

JAKARTA, KAMIS — Walaupun tiga tahun lalu Gereja Santo Yoseph-Matraman sempat terkena bom, tetapi pengamanan perayaan Misa Natal 2008 kali ini dilakukan secara sederhana, yakni hanya menggunakan metal detector tangan.

Sekitar 112 personel keamanan gabungan dari Polres Jakarta Timur, Polsek Matraman, dan Koramil, pun hanya berjaga-jaga di luar kompleks gereja. Selebihnya, gereja yang bersebelahan dengan gedung SD, SMP, dan SMA Marsudirini ini hanya mengandalkan pengamanan dari pengurus.
 
"Umat kami tidak trauma terhadap kejadian tiga tahun lalu. Kami yakin tidak akan terjadi hal-hal buruk karena kami datang ke gereja dengan hati yang baik. Dan puji Tuhan, sampai misa pagi ini, Misa Natal berjalan tanpa gangguan apa pun. Ini berkat kerja sama semua pihak," ujar Ketua Panitia Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 Gereja Santo Yoseph-Matraman Paternus Telyoarubun ketika ditemui Kompas.com, Kamis (25/12).
 
Paternus menambahkan, sebelum Misa Natal kemarin, yang dihadiri 3.000 anggota jemaat, dilaksanakan, aparat keamanan telah melakukan penyisiran ke semua sudut-sudut gereja pada pukul 16.00, atau satu jam sebelum misa pertama dimulai. Berdasarkan hasil penyisiran tersebut, aparat tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan.
 
Misa Natal pagi ini, kata Paternus, dipimpin oleh Pastor Victor Banu Swd, dan dihadiri oleh sekitar 1.000 anggota jemaat yang sebagian besar berasal dari wilayah Jakarta Timur. Sementara itu, pada pukul 16.30, akan diselenggarakan Misa Natal khusus untuk kaum lanjut usia (lansia).
 
"Ini adalah bentuk perhatian kami kepada kaum lansia. Mereka tentu membutuhkan perhatian dari kita," ujar Paternus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau