Yuk, Melongok Proses Pembuatan Kondom!

Kompas.com - 25/12/2008, 12:50 WIB

BANDUNG, KAMIS — Sebagian pihak masih meragukan bahwa kondom atau alat kontrasepsi ini bisa mencegah kehamilan atau penularan penyakit kepada pasangan. Hal ini disebabkan adanya dugaan bahwa kondom yang saat ini beredar memiliki pori sehingga cairan bisa tetap keluar dari kondom tersebut.

Pada kunjungan Kompas TV dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) ke pabrik kondom di kawasan Banjaran, Bandung, Jawa Barat, ditunjukkan cara pembuatan kondom sejak awal hingga pengepakan untuk dijual ke pasaran.

Mula-mula, kondom yang terbuat dari bahan karet lateks dicampurkan dengan bahan-bahan kimia di sebuah tong yang berputar. Tong besar ini disebut sebagai ball mills, yang tujuannya untuk memperkecil ukuran partikel sebelum menjadi kondom.

Seusai proses ball mills selama empat sampai lima hari, bahan-bahan yang sudah tercampur tersebut divulkanisasi. Pada proses ini bahan-bahan kimia kemudian dicampur lagi dengan bahan-bahan penstabil suspensi selama 7,5 jam. Seusai proses tersebut, kemudian lateks dicetak dan diberikan bahan atau warna sesuai dengan keinginan pasar.

Proses pencetakan pada kondom dilakukan dengan dua tahap, pertama adalah pencetakan bentuk kondom, selanjutnya proses pewarnaan jika kondom diproduksi dengan warna-warna menarik. Tak perlu khawatir dengan proses cetak dua tahap ini karena ketipisan dan kualitas lateks yang bagus tidak akan berpengaruh terhadap pemakai kondom.

Setelah dicetak dan diuji kemudian kondom dikemas di sebuah ruangan khusus agar kondom tidak terkontaminasi dengan bahan lainnya. Pada setiap langkah yang dilakukan pada pembuatan kondom tersebut, proses pengujian tetap dilakukan agar kualitas kondom tetap terjaga.

Kondom yang diproduksi di Banjaran ini memiliki beragam variasi, mulai dari kondom bergerigi, memiliki ulir, sangat tipis, hingga yang panjang. (Hasan/Kompas TV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau