JAKARTA, KAMIS — Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan suasana hari Natal yang khidmat. Salah satu yang dilakukan di Gereja Tugu, Jakarta Utara, adalah menghadirkan kelompok Keroncong Tugu untuk mengiringi nyanyian pada kebaktian Natal.
Alunan musik keroncong menggema di gereja yang berdiri sejak tahun 1748 tersebut. Menurut Andre Juan, pimpinan Keroncong Tugu, unsur musik tradisional ini sangat cocok dikolaborasikan dalam kebaktian Natal, mengingat gereja Tugu juga merupakan bangunan bersejarah dari masa lalu.
Inisiatif untuk memasukkan unsur keroncong pada kebaktian Natal kali ini datang dari pendeta gereja Tugu. Tujuh personel kelompok Keroncong Tugu yang terdiri dari musisi senior hingga seorang anak kecil mengiringi nyanyian yang dibawakan oleh panduan suara gereja.
"Seharusnya sih setiap tahun ya kita mengiringi apakah saat merayakan Natal, ulang tahun gereja, atau paskah tergantung keinginan gereja mengajak kami untuk mengiringi ibadah," ujar Andre.
Namun, kelompok musiknya bersedia mengiringi ibadah di gereja tersebut jika diminta jauh-jauh hari. Alasannya untuk menyamakan konsepsi perlu latihan apalagi yang diiringi jemaat yang begitu banyak.
"Lagu-lagunya pun yang diiringi irama keroncong cenderung 4/4, yang mudah diiringi, kalau irama-irama yang lain sulit," ujarnya.
Tidak hanya pada kebaktian, para anggota Keroncong Tugu yang juga kebanyakan jemaat Gereja Tugu tersebut juga melakukan kegiatan keagamaan lainnya.
Satu minggu setelah Natal, Ikatan Keluarga Besar Toegoe juga melakukan halalbihalal seperti pada saat Lebaran. Bedanya, mereka memainkan alat musik keroncong sambil menyanyikan lagu-lagu Natal pada saat berkeliling kampung. (Kompas TV)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang