Di Gereja Tugu, Kebaktian Natal Diiringi Keroncong

Kompas.com - 26/12/2008, 05:31 WIB

JAKARTA, KAMIS — Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan suasana hari Natal yang khidmat. Salah satu yang dilakukan di Gereja Tugu, Jakarta Utara, adalah menghadirkan kelompok Keroncong Tugu untuk mengiringi nyanyian pada kebaktian Natal.

Alunan musik keroncong menggema di gereja yang berdiri sejak tahun 1748 tersebut. Menurut Andre Juan, pimpinan Keroncong Tugu, unsur musik tradisional ini sangat cocok dikolaborasikan dalam kebaktian Natal, mengingat gereja Tugu juga merupakan bangunan bersejarah dari masa lalu.

Inisiatif untuk memasukkan unsur keroncong pada kebaktian Natal kali ini datang dari pendeta gereja Tugu. Tujuh personel kelompok Keroncong Tugu yang terdiri dari musisi senior hingga seorang anak kecil mengiringi nyanyian yang dibawakan oleh panduan suara gereja.

"Seharusnya sih setiap tahun ya kita mengiringi apakah saat merayakan Natal, ulang tahun gereja, atau paskah tergantung keinginan gereja mengajak kami untuk mengiringi ibadah," ujar Andre.

Namun, kelompok musiknya bersedia mengiringi ibadah di gereja tersebut jika diminta jauh-jauh hari.  Alasannya untuk menyamakan konsepsi perlu latihan apalagi yang diiringi jemaat yang begitu banyak.

"Lagu-lagunya pun yang diiringi irama keroncong cenderung 4/4, yang mudah diiringi, kalau irama-irama yang lain sulit," ujarnya. 

Tidak hanya pada kebaktian, para anggota Keroncong Tugu yang juga kebanyakan jemaat Gereja Tugu tersebut juga melakukan kegiatan keagamaan lainnya.

Satu minggu setelah Natal, Ikatan Keluarga Besar Toegoe juga melakukan halalbihalal seperti pada saat Lebaran. Bedanya, mereka memainkan alat musik keroncong sambil menyanyikan lagu-lagu Natal pada saat berkeliling kampung. (Kompas TV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau