Pemkot Denpasar Vaksinasi Massal Rabies

Kompas.com - 26/12/2008, 23:08 WIB

DENPASAR, JUMAT - Pemerintah Kota Denpasar melakukan vaksinasi untuk mencegah terjadinya wabah virus rabies dengan secara cuma-cuma secara massal di Kelurahan Panjer dan Sesetan. "Vaksinasi tersebut dilaksanakan di balai banjar dengan menyiapkan sebanyak 1.000 vaksin  untuk 23 banjar (dusun)," kata Kepala Kantor Peternakan Kota Denpasar, Ir Dewa Made Ngurah di Denpasar, Jumat (26/12).

Dewa  Made Ngurah mengatakan, jumlah vaksin tersebut disediakan untuk 14 banjar di Sesetan dan sembilan banjar di Kelurahan Panjer Kecamatan Denpasar Selatan. "Tim melibatkan dokter hewan Kantor Peternakan Kota Denpasar dan Provinsi Bali, tim ahli rabies, Balai Besar Karantina dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana," ujarnya.

Dewa Ngurah mengatakan, antisipasi berupa vaksinasi rabies gratis ini sesuai Surat Menteri Pertanian tentang penanganan dan antisipasi wabah rabies di Bali. "Daerah-daerah berbatasan langsung dengan daerah yang terkena rabies diharapkan melakukan langkah-langkah antisipasi," katanya.

Sedianya, Pemkot Denpasar melakukan vaksinasi di Desa Serangan, Pemogan dan Sidakarya. Namun karena di Panjer dan Sesetan laporan kasus gigitan anjing cukup tinggi, maka daerah sasaran  dipindahkan. "Meski belum satu pun kasus gigitan anjing itu positif virus rabies, namun sebagai antisipasi, kedua daerah tersebut menjadi target awal. Selanjutnya baru menyasar ketiga daerah perbatasan," ucapnya.

Sebelumnya,  Kantor Peternakan sudah mengumpulkan para kepala dusun atau kepala lingkungan dan kedua kepala kelurahan di Kantor Camat Denpasar Selatan guna mensosialisasikan program tersebut. "Kami akan melakukan vaksinasi pada seluruh anjing yang ada di kedua wilayah tersebut, sehingga kasus rabies yang ada di Jimbaran dan Kedonganan Kabupaten Badung tidak sampai menyebar," ungkapnya.

Selain melaksanakan vaksinasi, pihaknya juga melakukan identifikasi dan registrasi populasi anjing di kedua kelurahan tersebut. "Anjing yang sudah divaksin diberi peneng dan dipelihara dengan baik," ucapnya.

Ia berharap kepada warga jangan meliarkan atau membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa perawatan. Sebab anjing liar tanpa makanan dan kesehatan yang cukup, rentan terkena rabies.

Setelah vaksinasi massal dan registrasi tuntas, maka pihaknya akan berencana melakukan pemusnahan terhadap anjing-anjing liar di kota setempat. "Eliminasi awal dilakukan atas permintaan pemilik dan selanjutnya pemusnahan terhadap anjing-anjing liar dan tanpa identitas," tambah Dewa Ngurah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau