DENPASAR, JUMAT - Pemerintah Kota Denpasar melakukan vaksinasi untuk mencegah terjadinya wabah virus rabies dengan secara cuma-cuma secara massal di Kelurahan Panjer dan Sesetan. "Vaksinasi tersebut dilaksanakan di balai banjar dengan menyiapkan sebanyak 1.000 vaksin untuk 23 banjar (dusun)," kata Kepala Kantor Peternakan Kota Denpasar, Ir Dewa Made Ngurah di Denpasar, Jumat (26/12).
Dewa Made Ngurah mengatakan, jumlah vaksin tersebut disediakan untuk 14 banjar di Sesetan dan sembilan banjar di Kelurahan Panjer Kecamatan Denpasar Selatan. "Tim melibatkan dokter hewan Kantor Peternakan Kota Denpasar dan Provinsi Bali, tim ahli rabies, Balai Besar Karantina dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana," ujarnya.
Dewa Ngurah mengatakan, antisipasi berupa vaksinasi rabies gratis ini sesuai Surat Menteri Pertanian tentang penanganan dan antisipasi wabah rabies di Bali. "Daerah-daerah berbatasan langsung dengan daerah yang terkena rabies diharapkan melakukan langkah-langkah antisipasi," katanya.
Sedianya, Pemkot Denpasar melakukan vaksinasi di Desa Serangan, Pemogan dan Sidakarya. Namun karena di Panjer dan Sesetan laporan kasus gigitan anjing cukup tinggi, maka daerah sasaran dipindahkan. "Meski belum satu pun kasus gigitan anjing itu positif virus rabies, namun sebagai antisipasi, kedua daerah tersebut menjadi target awal. Selanjutnya baru menyasar ketiga daerah perbatasan," ucapnya.
Sebelumnya, Kantor Peternakan sudah mengumpulkan para kepala dusun atau kepala lingkungan dan kedua kepala kelurahan di Kantor Camat Denpasar Selatan guna mensosialisasikan program tersebut. "Kami akan melakukan vaksinasi pada seluruh anjing yang ada di kedua wilayah tersebut, sehingga kasus rabies yang ada di Jimbaran dan Kedonganan Kabupaten Badung tidak sampai menyebar," ungkapnya.
Selain melaksanakan vaksinasi, pihaknya juga melakukan identifikasi dan registrasi populasi anjing di kedua kelurahan tersebut. "Anjing yang sudah divaksin diberi peneng dan dipelihara dengan baik," ucapnya.
Ia berharap kepada warga jangan meliarkan atau membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa perawatan. Sebab anjing liar tanpa makanan dan kesehatan yang cukup, rentan terkena rabies.
Setelah vaksinasi massal dan registrasi tuntas, maka pihaknya akan berencana melakukan pemusnahan terhadap anjing-anjing liar di kota setempat. "Eliminasi awal dilakukan atas permintaan pemilik dan selanjutnya pemusnahan terhadap anjing-anjing liar dan tanpa identitas," tambah Dewa Ngurah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang