Nyai Welas dan Nyai Asih Siap Pimpin Kirab di TMII

Kompas.com - 28/12/2008, 11:01 WIB

JAKARTA, MINGGU — Persiapan kirab menyambut Tahun Baru Islam di Taman Mini Indonesia Indah saat ini tinggal menunggu waktu pelaksanaan. Dua kerbau kembar bule bernama Nyai Welas dan Nyai Asih sudah dinyatakan siap untuk memimpin prosesi kirab Minggu (28/12) malam nanti.

"Asal tidak ada yang keseleo, kerbau ini akan siap memimpin proses kirab nanti malam," kata Kepala Humas TMII Jerry Lahama ketika dihubungi Kompas.com Jakarta, Minggu (28/12).

Jerry mengatakan, sebelumnya sebanyak dua kali kedua kerbau ini telah diujicobakan berjalan-jalan di sekitar area TMII. Kerbau bule yang merupakan hadiah dari Keraton Kasultanan Surakarta ini menjadi milik TMII dan akan menjadi bagian prosesi kirab di TMII setiap tahunnya. Selain itu, kerbau ini akan tinggal di area Taman Bunga TMII dan menjadi wahana baru yang dapat disaksikan oleh pengunjung.

Rencananya, prosesi kirab nanti akan dimulai pukul 19.00 dan mengelilingi Danau Arsipel sebanyak satu kali. Tidak sendirian, seluruh anjungan juga akan mengiringi dengan membawa berbagai barang pusaka tiap daerah. Selain itu, ratusan tumpeng dengan berbagai macam makanan juga akan dibawa untuk mengiringi kirab.  "Nantinya tumpeng tersebut akan dibagikan dan dapat dinikmati oleh para pengunjung," tambah Jerry.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau