CILACAP, MINGGU — Sebanyak dua korban yang tenggelam bersama perahu saat mengangkut 2.000 bibit tanaman sengon milik Perhutani Cilacap di Sungai Donan, Cilacap, pada Sabtu (27/12), berhasil ditemukan dalam keadaan tewas, Minggu (28/12), sekitar pukul 11.00.
Berdasarkan informasi dari Rukun SAR Bengawan Donan, jasad Poniman (50) berhasil ditemukan pukul 11.00, sedangkan Sukarso (48) ditemukan tujuh menit kemudian.
"Kedua korban ditemukan sekitar 0,25 mil sebelah timur lokasi kejadian, sedangkan perahu yang tenggelam telah diangkat tadi pagi sekitar pukul 08.25," kata anggota Rukun SAR Bengawan Donan, Abu Yahya. Jenazah Poniman dan Sukarso segera dibawa ke RSUD Cilacap untuk menjalani visum.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, dua pekerja borongan tempat pembibitan tanaman keras milik Perhutani Cilacap tersebut bernama Poniman (50) dan Sukarso (48), warga RT 02 RW 02 Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. Mereka tenggelam pada hari Sabtu (27/12), sekitar pukul 09.00, di saat mendapat pekerjaan borongan untuk mengantarkan 2.000 bibit sengon ke daerah Jojok, Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, menggunakan perahu jukung yang terbuat dari fiber.
Namun, saat berlabuh sekitar 500 meter dari dermaga milik Perhutani, perahu tersebut tenggelam. Bahkan, keduanya sempat berteriak minta tolong. Warga di sekitar lokasi kejadian berusaha menolong mereka, tetapi mesin-mesin perahu yang hendak digunakan, tidak bisa dinyalakan sehingga Poniman dan Sukarso tak dapat diselamatkan.
Sejumlah saksi mata menduga kecelakaan tersebut disebabkan angin kencang yang mengakibatkan riak air sungai menjadi besar sehingga masuk ke dalam perahu yang dipenuhi benih tanaman sengon. Menurut warga, Poniman sebenarnya bisa berenang karena berprofesi sebagai nelayan, sedangkan Sukarso yang bekerja sebagai penjaga malam tempat pembibitan tersebut diperkirakan tidak bisa berenang. "Mungkin karena panik, mereka tidak bisa menyelamatkan diri," kata seorang warga, Gino.
Selain itu, pengiriman bibit tanaman keras tersebut biasanya dengan dikawal seorang polisi hutan, tetapi kali ini tanpa pengawalan. Menurut informasi, seorang polisi hutan bernama Junaedi yang seharusnya mengawal pengiriman tersebut terlambat datang sehingga dia berencana menunggu di tempat pembongkaran muatan di daerah Jojok.
Upaya pencarian terhadap dua korban tersebut dilakukan oleh petugas gabungan antara lain dari Basarnas Kabupaten Cilacap, SAR Wijayakusuma, dan Satpol Air Polres Cilacap.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang