JAKARTA, MINGGU - Meski harga emas masih berpotensi naik tahun depan, namun investor yang baru mau masuk harus berhitung benar sebelum berbelanja logam mulia tersebut sekarang ini.
Menurut Country Representative World Gold Council Leo Hadi Loe, saat emas sudah nangkring di harga 800-an dollar AS per troy ounce seperti sekarang, hanya investor yang mau jangka pendek yang kebanyakan bermain di kontrak berjangka emas saja yang boleh masuk. Sebab, karena harga emas masih menyimpan potensi naik hingga 900-an dollar AS per troy ounces.
Tapi bagi investor jangka panjang dan yang bermain di fisik emas, mengoleksi emas saat ini bukan langkah tepat. "Untuk investor jangka panjang, harga segitu sudah enggak menarik karena ada potensi terkoreksi sampai ke level 500-an dollar AS," papar Leo.
Untuk mengetahui arah pergerakan harga emas ke depan, investor harus terus mencermati kondisi Amerika di tiga bulan pertama 2009. Di rentang waktu itulah, tren pergerakan banderol emas akan lebih jelas terlihat.
Saat perekonomian AS membaik, investor bakal berani kembali menanam duitnya di instrumen pasar keuangan. Seperti saham dan obligasi. Walhasil, duit yang selama ini tertanam di emas perlahan akan keluar. Kalau ini terjadi, harga emas akan merangsek turun.
Sejauh ini memang belum ada analis yang dengan lugas dan lantang menyatakan krisis global belum akan segera berakhir. Tapi, meski masih malu-malu kucing, beberapa analis mulai optimistis krisis finansial bakal berakhir tahun depan. "Posisi AS sudah mulai menunjukkan bottom out," ujar Radityo S. Wibowo, Kepala Riset Monex Investindo Futures. "Tren harga emas di 2009 adalah menurun, tidak akan semenarik tahun 2008," imbuh Radityo.
Sebaliknya, bagi investor yang baru mau belanja emas, tunggulah sampai ada tanda ekonomi AS membaik dan harga emas turun. "Saat harga sudah mendekati 850-880 dollar AS per troy ounce, saat itu kemungkinan banderol emas bersiap turun," ujar Radityo.
Yang pasti, cermat dan jeli mengendus arah pergerakan pasar adalah syarat utama dalam investasi emas 2009. Dengan begitu, senyum para investor tetap mengkilap seperti kemilau emas. (KONTAN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang