Harga Tabung Gas 3 Kg Tak Naik

Kompas.com - 28/12/2008, 22:29 WIB

JAKARTA, MINGGU - Kabar baik bagi masyarakat bahwa harga jual tabung gas ukuran 3 kilogram (kg) takkan naik pada tahun depan. Artinya, harga tabung dipastikan akan kembali ke posisi awal atau sesuai Keputusan Menteri Perindustrian (Kepmenperin) No 36/2008 sebesar Rp 129.857 per unit. Penyebabnya, harga baja yang merupakan bahan baku dasar tabung gas turun kembali.

Meski begitu, sebenarnya harga tabung gas dapat turun. Dengan melihat dalam dua bulan terakhir, harga baja terus turun. Namun, produsen bahan baku tabung gas (SG-295) yakni PT Krakatau Steel (KS) menolak menurunkan harga jual produknya. Mereka beralasan, stok yang mereka punya masih menggunakan harga lama yang tinggi.

Saat ini, harga tabung gas untuk tender tahun 2009 masih berada di tangan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kemungkinan, keputusan tentang harga tabung gas baru akan keluar pekan depan. "Mungkin yang turun hanyalah harga komponen, seperti misalnya regulator, selang dan lainnya. Kisarannya sekitar 10% – 20%," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari, Jumat (24/12).

Tender pengadaan tabung gas untuk kebutuhan tahun depan sedang berlangsung. Pemerintah bersama dengan BPKP tengah menghitung harga jual yang pas untuk tabung gas di tahun depan. Apabila pembahasan telah selesai keputusan tentang harga tabung gas itu akan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Perindustrian.

Sebelumnya pemerintah berencana menaikan harga tabung gas sebesar 30 persen di 2009. Pertimbangannya, kala itu (September-Oktober) harga bahan baku tabung gas naik. Namun, kenyataannya dalam dua bulan menjelang akhir tshun 2008 harga baja justru menurun.

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Irvan Kamal mengaku hingga kini, pihaknya masih menunggu kabijakan dari pemerintah. "Kami sih ikut pemerintah saja. Jika pemerintah mengharuskan harga turun, kami akan turunkan," paparnya.

Tjiptadi, Ketua Asosiasi Industri Tabung Baja mengatakan, tabung yang sudah mereka kirim ke Pertamina sejak proyek konversi energi
berlangsung hingga ini sudah tercatat sebanyak 28 juta tabung. Jumlah ini khusus untuk Surabaya dan Jakarta. Sementara tabung gas yang sudah dibagikan oleh Pertamina kurang lebih 18 juta unit.

Pada 2009, tender tabung akan meningkat besar-besaran. hal ini seiring target pemerintah bahwa pemenuhan tabung gas mencapai 40 juta unit. Terkait dengan target itu, produsen pun bersiap-siap. Mereka berencana memproduksi secara besar-besaran. Targetnya, produsen lokal sebesar 35-40 juta tabung, BUMN 20 juta tabung. Jadi totalnya sebesar 55-60 juta tabung gas.

Digenjotnya produksi pada 2009 karena target di 2008 tak terpenuhi. Target awal 40 juta unit hanya dapat terealisasi 28 juta unit . Itu
karena produsen lokal hanya mampu memasok 19 juta tabung. Sementara Pertamina yang tadinya hendak mengimpor 6,5 juta tabung hanya terealisasi 2 juta unit. kemudian BUMN yang berencana memproduksi 20 juta tabung, ternyata hanya mampu 2 juta unit saja. "Tapi tidak akan ada pengurangan tender dari Pertamina pada 2009 ini meski di 2008 tak tercapai targetnya," ujar Tjiptadi.

Dalam tender yang digelar pertamina untuk Desember-Maret 2009, para produsen lokal memperoleh pesanan sebanyak 14,065 juta tabung. 12,7 juta. Karena dalam waktu empat bulan, perusahaan lokal sanggup 40 juta lebih, bahkan 50 juta. (Kontan)

 
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau