JAKARTA, MINGGU - Kabar baik bagi masyarakat bahwa harga jual tabung gas ukuran 3 kilogram (kg) takkan naik pada tahun depan. Artinya, harga tabung dipastikan akan kembali ke posisi awal atau sesuai Keputusan Menteri Perindustrian (Kepmenperin) No 36/2008 sebesar Rp 129.857 per unit. Penyebabnya, harga baja yang merupakan bahan baku dasar tabung gas turun kembali.
Meski begitu, sebenarnya harga tabung gas dapat turun. Dengan melihat dalam dua bulan terakhir, harga baja terus turun. Namun, produsen bahan baku tabung gas (SG-295) yakni PT Krakatau Steel (KS) menolak menurunkan harga jual produknya. Mereka beralasan, stok yang mereka punya masih menggunakan harga lama yang tinggi.
Saat ini, harga tabung gas untuk tender tahun 2009 masih berada di tangan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kemungkinan, keputusan tentang harga tabung gas baru akan keluar pekan depan. "Mungkin yang turun hanyalah harga komponen, seperti misalnya regulator, selang dan lainnya. Kisarannya sekitar 10% – 20%," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari, Jumat (24/12).
Tender pengadaan tabung gas untuk kebutuhan tahun depan sedang berlangsung. Pemerintah bersama dengan BPKP tengah menghitung harga jual yang pas untuk tabung gas di tahun depan. Apabila pembahasan telah selesai keputusan tentang harga tabung gas itu akan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Perindustrian.
Sebelumnya pemerintah berencana menaikan harga tabung gas sebesar 30 persen di 2009. Pertimbangannya, kala itu (September-Oktober) harga bahan baku tabung gas naik. Namun, kenyataannya dalam dua bulan menjelang akhir tshun 2008 harga baja justru menurun.
Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Irvan Kamal mengaku hingga kini, pihaknya masih menunggu kabijakan dari pemerintah. "Kami sih ikut pemerintah saja. Jika pemerintah mengharuskan harga turun, kami akan turunkan," paparnya.
Tjiptadi, Ketua Asosiasi Industri Tabung Baja mengatakan, tabung yang sudah mereka kirim ke Pertamina sejak proyek konversi energi
berlangsung hingga ini sudah tercatat sebanyak 28 juta tabung. Jumlah ini khusus untuk Surabaya dan Jakarta. Sementara tabung gas yang sudah dibagikan oleh Pertamina kurang lebih 18 juta unit.
Pada 2009, tender tabung akan meningkat besar-besaran. hal ini seiring target pemerintah bahwa pemenuhan tabung gas mencapai 40 juta unit. Terkait dengan target itu, produsen pun bersiap-siap. Mereka berencana memproduksi secara besar-besaran. Targetnya, produsen lokal sebesar 35-40 juta tabung, BUMN 20 juta tabung. Jadi totalnya sebesar 55-60 juta tabung gas.
Digenjotnya produksi pada 2009 karena target di 2008 tak terpenuhi. Target awal 40 juta unit hanya dapat terealisasi 28 juta unit . Itu
karena produsen lokal hanya mampu memasok 19 juta tabung. Sementara Pertamina yang tadinya hendak mengimpor 6,5 juta tabung hanya terealisasi 2 juta unit. kemudian BUMN yang berencana memproduksi 20 juta tabung, ternyata hanya mampu 2 juta unit saja. "Tapi tidak akan ada pengurangan tender dari Pertamina pada 2009 ini meski di 2008 tak tercapai targetnya," ujar Tjiptadi.
Dalam tender yang digelar pertamina untuk Desember-Maret 2009, para produsen lokal memperoleh pesanan sebanyak 14,065 juta tabung. 12,7 juta. Karena dalam waktu empat bulan, perusahaan lokal sanggup 40 juta lebih, bahkan 50 juta. (Kontan)