Tahun Baru Hijriah, Wapres Ajak Umat Muslim Bersyukur

Kompas.com - 29/12/2008, 00:28 WIB

CIBINONG, SENIN — Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengajak umat Muslim di Indonesia untuk bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberikan kehidupan yang aman dan damai.

"Bentuk syukur tersebut adalah menjalankan perintah Allah dan bekerja sebaik mungkin sesuai dengan profesinya masing-masing," kata Jusuf Kalla di hadapan ribuan umat Muslim Kabupaten Bogor, pada acara majelis Ratib memperingati 1 Muharram 1430 Hijriah, di lapangan Cibinong Town Center, Minggu (28/12) malam.

Hadir pada acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Suroyo Gino, serta Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Timur Pradopo.

Jusuf Kalla mengatakan, umat Islam di Indonesia khususnya Bogor diberikan kehidupan yang aman dan damai, tidak seperti umat Islam di Palestina yang kehidupannya selalu penuh cobaan dan penderitaan.

Umat Islam di Indonesia, kata dia, ada kelebihan dan ada kekurangan. Kelebihannya, sudah banyak yang bersyukur yang ditandai terus dibangunnya masjid-masjid dan mushala-mushala, selalu ramainya majelis ta’lim, serta tingginya minat umat slam untuk menunaikan ibadah haji.

"Namun, masih banyak umat Islam yang belum bersyukur kepada Allah SWT, yang ditandai masih banyaknya tempat-tempat maksiat," katanya.

Dikatakannya, Allah SWT dalam firmannya telah berjanji, umat manusia yang bersyukur akan diberikan pahala berlipat, sebaliknya umat yang tidak bersyukur akan diberikan siksa yang pedih.

Jusuf Kalla juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk merayakan tahun baru Islam, dengan mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT, seperti meramaikan majelis ta’lim, dan sebagainya.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Majelis Ta’lim Al Busyro Bogor, Habib Abubakar Assegaf mengatakan, umat Muslim di Indonesia banyak yang tidak bersyukur kepada Allah SWT, yakni tidak mengajarkan pendidikan agama Islam yang mendalam kepada anak-anaknya. "Dampaknya, banyak generasi muda saat ini yang cerdas ilmu duniawi, tapi minim ilmu agama," katanya.

Karena banyak umat Islam di Indonesia yang tidak bersyukur, kata dia, Allah SWT memberikan cobaan yakni diberikan krisis berkepanjangan. Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam maupun sumber daya manusia, tetapi penduduknya hidup miskin. "Di Kabupaten Bogor saja, dari 4,2 juta penduduknya sekitar 25 persen hidup miskin," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau