Putusan MK Bisa Jadi Celah Politik Uang

Kompas.com - 29/12/2008, 14:41 WIB

JAKARTA, SENIN — Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapuskan Pasal 214 UU Pemilu tentang Sistem Nomor Urut.

Menurut pria yang akrab dipanggil Cak Imin ini, pemberlakuan aturan suara terbanyak memudahkan terjadinya politik uang dalam proses kampanye dan pemilihan.

"Kalau begitu, hanya mereka yang punya banyak uang yang akan terpilih. Jadi aktivis-aktivis yang tidak punya uang sulit untuk menang," ujar Cak Imin seusai Refleksi Akhir Tahun 2008 DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Aston Senen Jakarta, Senin (29/12).

Jika berpikir positif, caleg yang punya banyak uang tentu tidak akan pusing membayar semua rangkaian kampanyenya. Jika berpikir terdesak, caleg yang punya banyak uang akan mudah melakukan politik uang kepada calon-calon pemilihnya.

Selain itu, Cak Imin juga mengeluhkan bahwa pemberlakuan suara terbanyak berpotensi menggerus kewenangan partai terhadap orang-orangnya. "Partai tak punya kontrol dan ini sasaran untuk melakukan manipulasi uang," tandas Cak Imin.

Namun, Cak Imin berjanji tidak akan merekomendasikan caleg-caleg terpilihnya yang terbukti melakukan manipulasi uang. Meski membeberkan kelemahan-kelemahannya, Cak Imin mengaku tetap menghormati putusan MK tersebut dan menunggu presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) yang mengatur secara lebih teknis terkait putusan tersebut. Misalnya, suara dari pemilih yang hanya mencontreng gambar dan nama partai bisa diserahkan kepada partai untuk mengaturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau