Tanpa Dukungan "Senayan", Presiden Akan Lelah

Kompas.com - 30/12/2008, 21:32 WIB

JAKARTA, SELASA - Ketua Majelis Pemenangan Pemilu Partai Persatuan Pembangunan Bachtiar Chamsyah mengatakan, tanpa didukung oleh kekuatan politik di Legislatif, maka presiden yang terpilih dalam Pilpres langsung sekalipun akan merasa lelah. Maka itu, diperlukan suatu koalisi yang solid antarpartai politik di DPR.

Namun, Bachtiar mengatakan, koalisi tersebut sebaiknya dilakukan sebelum hasil pemilihan umum diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Jika koalisi baru dilakukan setelah pengumuman hasil pemilu, maka koalisi tersebut tidak jujur, dan seperti politik dagang sapi. Krisis ekonomi global diperkirakan terus berlangsung hingga tahun depan, sehingga Indonesia membutuhkan pemerintahan yang kuat," ujar Bachtiar pada acara Refleksi Politik Akhir Tahun: Menggagas Koalisi Prapemilu, Selasa (30/12) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.

Maka itu, lanjut Bachtiar, PPP mengundang tiga parpol lainnya untuk membentuk koalisi jujur sebelum pemilu berlangsung. Ketiga parpol tersebut adalah Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Diharapkan, koalisi keempat partai tersebut dapat mempercepat konsolidasi demokrasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau