AL Israel Tabrak Kapal Bantuan Gaza

Kompas.com - 31/12/2008, 07:32 WIB

TYRE, LEBANON, RABU — Sebuah kapal kecil yang membawa sejumlah aktivis internasional dan bantuan untuk Gaza terpaksa berlabuh di kota pelabuhan Tyre, Lebanon selatan, Selasa (30/12), setelah berbenturan dengan kapal Angkatan Laut Israel yang memaksanya membelok ke Lebanon.
   
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel memastikan ada "kontak fisik" antara kapalnya dan kapal pesiar bermotor sepanjang 60 kaki bernama "Dignity", yang berlayar dari Siprus, Senin malam.
   
Beberapa aktivis dari gerakan "Free Gaza" mengatakan kapal mereka, yang membawa 3,5 ton bantuan medis dan 16 orang, telah dibentur dan ditembak di perairan internasional 70-80 mil di lepas pantai Gaza oleh kapal Angkatan Laut Israel. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.
   
Yigal Palmor, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, mengatakan kapal bantuan itu tidak menanggapi peringatan dan kontak radio. Ia juga membantah AL Israel mengeluarkan tembakan.
   
Israel telah mengumumkan wilayah perairan Gaza sebagai zona militer tertutup setelah negara itu melancarkan serangan udara terhadap Hamas, Sabtu. Lebih dari 380 warga Palestina tewas dalam serangan itu.
   
Dignity masuk dok di Tyre dikawal oleh sebuah kapal Angkatan Laut Lebanon dan beberapa kapal pencari ikan yang melambaikan bendera Lebanon dan kelompok Syiah. Sejumlah warga Palestina dan Lebanon menyambut kapal yang mendapat sebuah lubang besar di dek bagian atasnya.
   
Seorang anggota Free Gaza, David Halpin, mengatakan, kaca di bagian kemudi kapal itu pecah, sisi kirinya robek, dan kapal itu tercabik hampir seluruhnya dari haluan hingga buritan.
   
Halpin mengakui melihat dua kapal patroli Israel ketika mereka menyorotkan lampu sekitar pukul 5 waktu setempat (pukul 3 GMT). Para pejabat Israel di atas kapal itu minta kapten untuk menghentikan kapal tersebut, tapi ia menolak, kata Halpin.
   
"Ada tiga letusan yang sangat keras dengan suara seperti memecah hutan. Haluan kapal itu dibentur dan itu terjadi dua kali," kata Halpin. "Saya pikir saya akan mati. Saya 68 tahun. Tidak ada dari kami yang memakai baju pelampung. Kami terkejut dengan tindakan kejam itu," katanya.
   
Radio negara Siprus mengatakan, Pemerintah Siprus akan minta penjelasan dari Israel mengenai insiden itu. Kapal itu membawa bantuan medis yang disumbangkan oleh Siprus dan ada sedikitnya tiga orang Siprus di atas kapal itu, termasuk seorang anggota parlemen.
   
Free Gaza adalah organisasi yang bermarkas di AS yang telah mengirim bantuan ulang-alik tetap ke Gaza dari Siprus sejak Agustus lalu.
   
Beberapa aktivis mengatakan, mereka tidak terhalangi oleh insiden itu. "Kami memutuskan untuk pergi ke Gaza dan akan mencari kapal lainnya," kata aktivis Derek Graham. "Pemerintah Siprus telah memberi kami obat-obatan ini untuk dikirim, dan kami akan mengirimnya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau