JAKARTA, RABU — Begitu besarnya antusiasme pendukung aktivis HAM almarhum Munir dalam menunggu pembacaan putusan majelis hakim terhadap terdakwa pembunuhan Munir, Muchdi PR, di pengujung tahun 2008, Rabu (31/12), di PN Jakarta Selatan.
Ribuan pendukung Munir, dengan kaus seragam berwarna merah dengan tulisan putih 'Keadilan untuk Munir, Keadilan untuk Semua', menyebar di halaman pengadilan hingga lobi di depan ruang sidang utama, tempat putusan akan dibacakan.
Begitu ruang sidang dibuka, sekitar pukul 08.30, pendukung Munir berebut masuk ke dalam ruang sidang sehingga sedikit menimbulkan keributan. Pendukung berebut pula dengan kameramen dan wartawan foto media yang juga tak ingin ketinggalan momen tersebut.
"Saya minta semua masuk dengan tenang. Jangan memaksakan diri masuk. Kalau tidak sidang ini bisa saja ditunda atau bahkan dipindahkan ke tempat lain," ujar salah satu petugas dengan nada peringatan melalui pengeras suara.
Peringatan disambut dengan seruan tidak puas. Banyak pendukung akhirnya mengambil langkah mundur karena ruang sidang telah penuh dengan pendukung lainnya. Hingga lewat pukul 09.00, sidang belum juga dimulai.
Koordinator tim legal Kasum Chairul Anam mengatakan, pihaknya membawa sekitar 1.700 massa yang terdiri dari para petani dari Bogor hingga Batang Pekalongan serta warga dampingan KontraS dan Walhi dari Tangerang, Banten.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang