Antusias Menunggu Keadilan di Ruang Sidang

Kompas.com - 31/12/2008, 09:43 WIB

JAKARTA, RABU — Begitu besarnya antusiasme pendukung aktivis HAM almarhum Munir dalam menunggu pembacaan putusan majelis hakim terhadap terdakwa pembunuhan Munir, Muchdi PR, di pengujung tahun 2008, Rabu (31/12), di PN Jakarta Selatan.

Ribuan pendukung Munir, dengan kaus seragam berwarna merah dengan tulisan putih 'Keadilan untuk Munir, Keadilan untuk Semua', menyebar di halaman pengadilan hingga lobi di depan ruang sidang utama, tempat putusan akan dibacakan.

Begitu ruang sidang dibuka, sekitar pukul 08.30, pendukung Munir berebut masuk ke dalam ruang sidang sehingga sedikit menimbulkan keributan. Pendukung berebut pula dengan kameramen dan wartawan foto media yang juga tak ingin ketinggalan momen tersebut.

"Saya minta semua masuk dengan tenang. Jangan memaksakan diri masuk. Kalau tidak sidang ini bisa saja ditunda atau bahkan dipindahkan ke tempat lain," ujar salah satu petugas dengan nada peringatan melalui pengeras suara.

Peringatan disambut dengan seruan tidak puas. Banyak pendukung akhirnya mengambil langkah mundur karena ruang sidang telah penuh dengan pendukung lainnya. Hingga lewat pukul 09.00, sidang belum juga dimulai.

Koordinator tim legal Kasum Chairul Anam mengatakan, pihaknya membawa sekitar 1.700 massa yang terdiri dari para petani dari Bogor hingga Batang Pekalongan serta warga dampingan KontraS dan Walhi dari Tangerang, Banten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau