Pertamina: Konsumsi BBM Bersubsidi 2009 Bakal Melebihi Kuota APBN

Kompas.com - 31/12/2008, 10:07 WIB

JAKARTA, RABU — PT Pertamina (Persero) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun depan akan melebihi angka konsumsi 2008.

"Untuk 2009, kami harapkan tidak ada keterlambatan pasokan yang menyebabkan kelangkaan BBM, tapi kami prediksi ada peningkatan sekitar 4 persen sampai 5 persen konsumsi," ujar Direktur Utama Pertamina Ari Hernanto Soemarno, Selasa (30/12).

Perkiraan peningkatan konsumsi tersebut, menurut Ari, sudah dimasukkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2009. Namun, angka pastinya masih harus melihat realisasi konsumsi BBM tahun ini.

Asal tahu saja, kuota BBM bersubsidi dalam APBN 2008 ditetapkan sebesar 35,8 juta kiloliter yang terdiri dari premium 16,9 juta kiloliter, minyak tanah 7,9 juta kiloliter, dan solar 11 juta kiloliter. Sementara itu, dalam APBN 2009, pemerintah bersama DPR menetapkan kuota BBM bersubsidi sebesar 36,85 juta kiloliter. Itu terdiri dari premium 19,44 juta kiloliter, minyak tanah 5,8 juta kiloliter, dan solar 11,61 juta kiloliter.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pemerintah tetap akan mengumumkan harga baru BBM bersubsidi pada 15 Januari 2009 alias satu bulan pas setelah pengumuman penurunan harga yang terakhir.

"Logikanya memang premium dan solar sudah memasuki harga keekonomian, tetapi seberapa besar kita menurunkan harganya tergantung hasil pembahasan kabinet," ujarnya.

Purnomo hanya menandaskan, selama harga premium masih berada di bawah Rp 6.000 per liter dan solar Rp 5.500 per liter maka pemerintah tidak memberikan subsidi. Namun, kalau ternyata dari hitung-hitungan harga minyak dunia, Indonesian Crude Price (ICP), serta nilai tukar membuat pemerintah harus menetapkan harga lebih tinggi dari dua harga patokan tersebut maka pemerintah akan menggelontorkan subsidi sesuai selisih harga patokan dengan harga jual ke masyarakat. (Kontan)

 
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau