Perang "Warna Keadilan" di Sidang Muchdi PR

Kompas.com - 31/12/2008, 10:18 WIB

JAKARTA, RABU — Perang warna kostum memang terjadi di sidang Muchdi PR di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (31/12), antara pendukung aktivis HAM almarhum Munir dan pendukung Muchdi, terdakwa pembunuhan berencana terhadap Munir.

Namun, jika kostum pendukung kedua belah pihak menyerukan keadilan, keadilan macam apa yang benar? Pendukung Munir mengenakan kaus seragam berwarna merah yang bertuliskan 'Keadilan untuk Munir, Keadilan untuk Semua' berwarna putih di belakang kaus.

Sementara itu, pendukung Muchdi sebagian besar mengenakan kaus seragam berwarna biru muda dengan tulisan 'Tegakkan Keadilan, Bebaskan Muchdi PR'.

Sebagian lelaki pendukung Muchdi PR juga mengenakan kemeja-kemeja safari bertandakan tulisan Forum Betawi Rempug (FBR) dan Tapak Suci. Para pendukung Muchdi memusatkan massa di bagian belakang dan sisi kiri pengadilan, sementara pendukung Munir berada di halaman dan lobi depan pengadilan.

Majelis hakim PN Jaksel hari ini diharapkan mampu menunjukkan rupa keadilan yang sebenarnya, apakah membebaskan Muchdi, menghukum Muchdi sesuai tuntutan jaksa, atau menghukum Muchdi seberat-beratnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau