JAKARTA, RABU — Bolak-balik ditanya perubahan asumsi harga minyak APBN 2009, Menteri Keuangan Sri Mulyani tak kalah garang. Sri Mulyani memberi jawaban sekenanya di hadapan wartawan mengenai asumsi harga minyak APBN 2009 ini.
"Membuat UU tidak seperti bikin kue donat setiap hari bisa diangkat dari oven. Nanti tutup tahun evaluasi, kami sampaikan laporkan ke DPR, situasinya seperti apa," jawab Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika ditanya tentang perubahan asumsi harga minyak APBN 2009.
Seusai mengikuti Rapat Kabinet Terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (30/12), Menkeu menegaskan, asumsi harga minyak APBN 2009 saat ini masih sebesar 80 dollar AS per barrel. Sejumlah pihak meminta pemerintah menurunkan angka asumsi hingga kisaran 60-70 dollar AS per barrel mengingat kondisi harga minyak mentah dunia yang melemah.
"Kemungkinan apapun bisa terjadi di 2009 karena masih 12 bulan. Jadi, kita waspada saja terus," paparnya.
Selain revisi asumsi harga minyak dalam APBN, asumsi pertumbuhan ekonomi juga mendapat sorotan. Asumsi pertumbuhan ekonomi diminta revisi ke angka 4-4,5 persen. Pasalnya, dengan tetap mematok pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen, pemerintah dipastikan sulit menggapainya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang