JAKARTA, RABU — Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan fokus pada pembiayaan kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada tahun 2009. Pasalnya, sektor ini dinilai paling tahan terhadap krisis dengan kredit macet (non-performing loan/NPL) rendah.
Hal tersebut disampaikan Direktur Keuangan BRI Abdul Salam seusai penandatanganan kerja sama antara Departemen Agama (Depag) dan BRI di kantor Depag, Jakarta, Rabu (31/12). "Kami akan tetap fokus ke kredit UMKM dengan produk untuk pasar lokal. Hal ini untuk antisipasi krisis," kata Abdul.
BRI menargetkan tahun depan porsi kredit UMKM dapat mencapai minimal 80 persen. Tahun 2008 ini, kredit UMKM mencapai 82 persen.
Abdul memaparkan, total kredit BRI per September mencapai Rp 151 triliun atau tumbuh 40 persen dibandingkan September 2007, sedangkan NPL dari kredit UKM hanya 2,9 persen dengan NPL nett 0,8 persen. Adapun untuk sektor korporasi, NPL menunjukkan tren menurun sekitar 3,5 persen.
Abdul berharap, perekonomian pada semester I tahun 2009 tidak akan terlalu lamban, dan mulai bergerak mulai semester II tahun 2009. "Kalau window-nya sudah terbuka kan ekonomi akan jalan," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang