Hadapi Krisis, Buruh Jangan Dijadikan Korban

Kompas.com - 31/12/2008, 13:32 WIB

JAKARTA, RABU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), dan Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI), meminta kepada para pengusaha, khususnya para pengusaha pulp dan kertas untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Meskipun perusahaan sedang mengalami krisis, akibat krisis ekonomi global. Sebaiknya para buruh juga diajak untuk berdiskusi mencari solusi, jangan langsung main PHK," ujar Sekretaris Jenderal FSP2KI, Etin Rodiana, dalam jumpa pers di Sekretariat Walhi, Jakarta, Rabu (31/12).

Data yang dihimpun FSP2KI dari Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), sudah ada sebanyak 500 orang pekerja di PT Riau Andalan Pulp dan Kertas yang mendapat PHK, dan 500 pekerja lainnya dirumahkan. "Itu masih ditambah dengan 782 pekerja dari PT Kiani Kertas yang telah dirumahkan, yang apabila perusahaan normal maka mereka akan dipekerjakan kembali," lanjut Etin.

Etin menjelaskan, masih ada langkah yang lebih bijak, yang dapat diambil oleh pengusaha pulp dan kertas daripada melakukan PHK. "Misalkan dengan memangkas ongkos maupun biaya-biaya operasional yang sifatnya tidak mendesak, seperti biaya liburan," tutur Etin.

Etin juga berharap pemerintah untuk segera turun tangan dan mengambil sikap tegas dalam menyikapi kasus ini. "Kami sudah mengirim surat kepada pemerintah pusat dan daerah, supaya jangan kami yang dikorbankan dalam kasus ini. Tapi para pengusaha yang harus konsekwen, karena ini juga imbas kesalahan mereka dalam menerapkan kebijakan," terang Etin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau