JAKARTA, RABU - Pemerintah akan menggunakan sisa anggaran lebih (SAL) APBN 2008 yang diperkirakan sekitar Rp16-20 triliun untuk memberikan stimulasi bagi sektor riil di luar alokasi anggaran untuk maksud itu di APBN 2009.
"Kita masih hitung seperti yang disampaikan bapak Presiden tadi, tapi kemarin indikasinya mungkin antara Rp 16-20 triliun, ini nanti yang akan digunakan untuk bagaimana meningkatkan aktivitas sektor riil," ungkap Menkeu/Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati.
Sri Mulyani menyampaikan hal itu usai jumpa pers Presiden Yudhoyono di Gedung Djuanda Depkeu Jakarta, Rabu (31/12).
Namun Menkeu belum dapat memastikan angka itu karena APBN 2008 baru akan ditutup pada malam ini dan saat ini sedang dilakukan perhitungan hingga tengah malam nanti.
"Tapi angkanya baru ditutup nanti malam, mungkin besok pagi saya bikin ’press realese’ (siaran pers)-nya deh," katanya.
Menkeu menjelaskan, soal stimulus sektor riil, APBN 2009 mengalokasikan dana sebesar Rp 12,5 triliun dan akan diumumkan penggunaannya/alokasinya pada tanggal 5 Januari yang akan datang.
"Kita umumkan sektor industri dan komoditi apa yang akan mendapatkan stimulus mulai dari PPN ditanggung pemerintah (DTP) hingga BM DTP berdasarkan kriteria penciptaan lapangan kerja dan pentingnya sektor industri itu," katanya.
Menkeu menyebutkan, hingga 31 Desember 2008 ini, pengeluaran negara mencapai 97 persen, namun penerimaan negara mencapai di atas target seperti dari sektor pajak dan kepabeanan serta cukai.
Di kepabeanan dan cukai, realisasi penerimaan 13 persen di atas target sementara penerimaan pajak 7 persen di atas target.
"Dengan kondisi itu maka terdapat SAL yang nanti dapat digunakan untuk menggerakkan sektor riil," tegas Menkeu.
Mengenai sektor-sektor apa yang akan mendapat insentif, Menkeu mengatakan, sudah ditentukan kriterianya dan sudah dipilih sektornya. "Jadi kalau ada yang mengatakan sulit menentukan itu, itu tidak benar," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang