Sisa Anggaran Rp 16-20 Triliun untuk Sektor Riil

Kompas.com - 31/12/2008, 19:20 WIB

JAKARTA, RABU - Pemerintah akan menggunakan sisa anggaran lebih (SAL) APBN 2008 yang diperkirakan sekitar Rp16-20 triliun untuk memberikan stimulasi bagi sektor riil di luar alokasi anggaran untuk maksud itu di APBN 2009.
    
"Kita masih hitung seperti yang disampaikan bapak Presiden tadi, tapi kemarin indikasinya mungkin antara Rp 16-20 triliun, ini nanti yang akan digunakan untuk bagaimana meningkatkan aktivitas sektor riil," ungkap Menkeu/Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani menyampaikan hal itu usai jumpa pers Presiden Yudhoyono di Gedung Djuanda Depkeu Jakarta, Rabu (31/12).

Namun Menkeu belum dapat memastikan angka itu karena APBN 2008 baru akan ditutup pada malam ini dan saat ini sedang dilakukan perhitungan hingga tengah malam nanti.

"Tapi angkanya baru ditutup nanti malam, mungkin besok pagi saya bikin ’press realese’ (siaran pers)-nya deh," katanya.

Menkeu menjelaskan, soal stimulus sektor riil, APBN 2009 mengalokasikan dana sebesar Rp 12,5 triliun dan akan diumumkan penggunaannya/alokasinya pada tanggal 5 Januari yang akan datang.

"Kita umumkan sektor industri dan komoditi apa yang akan mendapatkan stimulus mulai dari PPN ditanggung pemerintah (DTP)  hingga BM DTP berdasarkan kriteria penciptaan lapangan kerja dan pentingnya sektor industri itu," katanya.

Menkeu menyebutkan, hingga 31 Desember 2008 ini, pengeluaran negara mencapai 97 persen, namun penerimaan negara mencapai di atas target seperti dari sektor pajak dan kepabeanan serta cukai.

Di kepabeanan dan cukai, realisasi penerimaan 13 persen di atas target sementara penerimaan pajak 7 persen di atas target.

"Dengan kondisi itu maka terdapat SAL yang nanti dapat digunakan untuk menggerakkan sektor riil," tegas Menkeu.

Mengenai sektor-sektor apa yang akan mendapat insentif, Menkeu mengatakan, sudah ditentukan kriterianya dan sudah dipilih sektornya. "Jadi kalau ada yang mengatakan sulit menentukan itu, itu tidak benar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau