Obama Didesak Ubah Kebijakan Timur Tengah

Kompas.com - 31/12/2008, 19:46 WIB

WASHINGTON,RABU-Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), yang berpusat di Washington, mengutuk serangan Israel terhadap Jalur Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 374 orang.

Organisasi itu mendesak Presiden terpilih AS Barak Obama untuk memperlihatkan komitmennya guna mengubah kebijakan satu pihak mengenai Timur Tengah. Mereka meminta Obama berbicara lantang guna mendukung perdamaian dan keadilan buat semua pihak dalam konflik di Palestina yang telah berlangsung beberapa dasawarsa itu.

"Kami juga menyeru para pemimpin dunia untuk melakukan tindakan langsung guna mengakhiri serangan yang sangat tidak seimbang dan kontraproduktif oleh Israel serta mengakhiri blokade kemanusiaan terhadap Jalur Gaza, yang mengakibatkan hancurnya gencatan senjata baru-baru ini," bunyi pernyataan mereka.

CAIR menyatakan Sekretaris Jenderal PBB, Uni Eropa (UE), Organisasi Konferensi Islam (OKI), Liga Arab, dan lembaga lain internasional harus mendesak Israel agar menghentikan serangannya.

CAIR, kelompok kebebasan sipil Islam terbesar di Amerika, memiliki 35 kantor dan cabang di seluruh Amerika serta di Kanada.

Misinya ialah meningkatkan pemahaman mengenai Islam, mendorong dialog, melindungi kebebasan sipil, memperkuat umat Muslim Amerika, dan membina koalisi yang mendorong keadilan serta saling pengertian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau