Taman Mini Mulai Dipadati Pengunjung

Kompas.com - 31/12/2008, 20:38 WIB

JAKARTA, RABU -  Meskipun masih sekitar tiga jam menuju penghujung 2008, suasana objek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah tampak padat.  Iringan kendaraan roda dua, empat dan para pejalan kaki, sudah memadati jauh sebelum pintu masuk. 

Ruas-ruas jalan menuju pintu utama yakni, Cililitan, Pondok Gede dan Jagorawi  sudah cukup padat. Bahkan, jalur alternatif melalui Halim Perdanakusuma di beberapa titik pun mengalami kemacetan

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, para pedagang makanan dan minuman sudah tampak berjejer rapat di sepanjang pintu masuk utama TMII. Bunyi-bunyi terompet sesekali terdengar di ruas-ruas jalan sepanjang kawasan ini.

Menurut Manajer Informasi TMII, J Purnawijaya Alibasa, kepadatan memang sudah terjadi sejak pukul 20.00 malam ini.

"Untuk menghindari kepadatan di depan, arus lalu lintas sengaja kami alihkan lewat belakang, untuk mengisi kantong-kantong parkir yang ada di belakang.  Jika penuh baru kami buka parkir di depan," ujarnya.

Alibasa juga mengatakan, acara perayaan Tahun Baru di TMII akan dipusatkan di tiga titik yakni Panggung Arsipel dan Panggung Utara dan Panggung Plaza Tugu Api.  Ratu Dangdut Elvi Sukaesih dan grup band Radja dijadwalkan menghibur para pengunjung TMII di panggung Plaza Tugu Api.

"Puncaknya kami akan menyalakan kembang api dan obor sebagai puncak pesta.  Total ada 2009 buah sebagai simbol tahun baru," ujar Alibasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau