Identitas Korban Mutilasi Terungkap, Pembunuh Tertangkap

Kompas.com - 31/12/2008, 20:39 WIB

BEKASI, RABU - Identitas perempuan hamil yang disertai mutilasi akhirnya terungkap. Tidak hanya itu, pembunuhnya juga tertangkap. Pengungkapan kasus pembunuhan disertai mutilasi itu dipaparkan Kepala Polres Metro Kabupaten Bekasi Komisaris Besar Herry Wibowo Rabu (31/12).

Perempuan berusia 25 tahun yang berusia tewas di tepi Jalan Kampung Pulo Kendal, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi pada Senin (29/12) lalu adalah Amah binti Sugih, janda satu anak asal Bangkalan, Madura. Korban diketahui pernah bekerja sebagai PRT di Kota Bekasi.

Amah tewas di tangan Sutrisno (58) alias Cak Khori, lelaki paruh baya yang diketahui teman dekat Amah setahun terakhir. Sutrisno ditangkap Rabu (31/12) dinihari setelah jajaran Reserse Kriminal Polres Merro Kabupaten Bekasi memperoleh ketarangan mengenai identitas Amah. Sutrisno membunuh Amah setelah keduanya terlibat cekcok.

Identitas korban diketahui setelah seseorang yang mengaku mantan majikan korban melaporkan identitas atau ciri-ciri korban dikenalinya. Dari informasi awal itu, petugas kemudian mengembangkan hingga mengarah ke pelaku melalui bukti-bukti yang ada seperti kondisi jasad korban serta keterangan saksi tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau