BANGKOK, KAMIS - Lembaga kemanusiaan the Narenthorn Emenrgency Center, yang turut membantu menangani korban tewas dan luka-luka akibat kebakaran di Santika Club Bangkok, Thailand, Kamis (1/12), melansir, jumlah korban tewas hingga kini telah mencapai 59 orang, serta 203 korban luka-luka.
Sebagian besar jenazah tubuh korban, kata para petugas pengamanan, ditemukan di sekitar sisi panggung. Jenazah-jenazah tersebut kini telah dibungkus kain putih, dan dijejerkan di depan halaman parkir Santika Club.
Sementara itu, menurut Letnan Jenderal Jongrak Jutanon, sebagian besar korban tewas adalah wisatawan asing sedang berada di klub tersebut, seperti Austria, Jepang, Nepal, Austria, Australia, dan Belanda.
"Kami telah penyidikan dengan terlebih dahulu memeriksa sistem keamanan. Berdasarkan temuan kami, sistem keamanan tersebut tidak standar, ujar Jongkrak, Kamis (1/12).
Sementara itu, Mayjen Chokchai Deeorasertwit menyebutkan, korban meninggal akibat terbakar, atau menghirup asap karbondioksida terlalu banyak. Malam itu , diperkirakan terdapat 1.000 orang yang berada di klub eloitu.
Petugas pemadam kebakaran Watcharapong Sri-saard mengatakan, salah satu yang menjadi penyebab jatuhnya banyak korban adalah kurangnya pintu keluar, banyaknya anak-anak tangga di dalam klub maupun di bar lantai dua sehingga membatasi ruang gerak dan mempersulit orang yang ingin melarikan diri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang