Kantin Kejujuran Tingkatkan Pendapatan Penjual

Kompas.com - 01/01/2009, 16:34 WIB

LAMONGAN, KAMIS - Kantin kejujuran dan koperasi kejujuran yang diluncurkan pada 9 Desember 2008 lalu di SD Negeri Jetis III Lamongan, SMP Negeri 2 Lamongan dan SMK Negeri 1 Lamongan dinilai efektif melatih dan meningkatkan kejujuran siswa. Hasilnya kantin di sekolah tersebut tidak ada yang merugi meskipun tidak meraih keuntungan terlalu besar.

Dengan adanya Koperasi Kejujuran di SDN Jetis III bisa meningkatkan omzet setiap harinya. Kepala SD Negeri Jetis III Lamongan, Kamis (1/1) Supriatin menuturkan selain melatih kejujuran dengan koperasi kejujuran juga melatih siswa belajar berhitung.

Sejak diberlakukan koperasi kejujuran 9 Desember lalu dalam sehari koperasi sekolahnya mampu meraup pendapatan antara Rp 600.000 hingga Rp 1,2 juta. Sebelum adanya koperasi kejujuran hanya mampu memberikan pemasukan Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per hari.  

"Siswa kami menyambut baik sistem koperasi kejujuran yang mendidik siswa untuk jujur dengan melayani dirinya sendiri tanpa ada yang mengawasi. Mereka tidak harus menunggu penjaga saat mereka memerlukan barang yang dibutuhkan. Mereka cukup mengambil barang yang dibeli dan menaruh uang di tempat yang disediakan dan mengambil uang kembalian sesuai harga barang," papar Supriatin.

Pelaksanaan koperasi kejujuran di SD Negeri Jetis III hanya mengalami kendala kecil khususnya siswa kelas I yang kurang mengerti saat mengambil uang kembalian. Kadang ada yang mengambil kembalian lebih tetapi juga ada yang kurang. "Bahkan ada juga yang tidak mengambil uang kembalian, sehingga untuk siswa kelas I kami masih mengawasi dari jauh," katanya.

Sementara itu penerapan kantin kejujuran di SMK Negeri 1 Lamongan juga berjalan lancar. Sejak adanya kantin kejujuran sekolah pernah merugi sekali Rp 4.300. Kerugian ini bukan karena kecurangan siswa, namun karena kesalahan siswa saat mengambil kembalian.

Namun, kerugian tersebut telah tertutupi. Dalam sehari kantin kejujuran di sekolah kejuruan tersebut mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 200.000 hingga Rp 250.000. Kepala SMK Negeri 1 Lamongan Bambang Sidik mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan siswa, setiap upacara bendera hari Senin siswa diingatkan tentang kantin kejujuran dan sanksi yang akan diterima jika terbukti curang.

Sementara pengelola koperasi kejujuran di SMP Negeri 2 Lamongan Sulistyowati menyatakan meskipun berjalan lancar, namun masih ada satu atau dua siswa yang kedapatan bertindak curang. Namun tindakan tersebut tidak mengakibatkan kerugian koperasi yang dikelolanya karena cepat ditangani.

Menurut dia siswa yang kedapatan curang tidak mendapatkan hukuman, namun diajak bicara dari hati ke hati. "Alhamdulillah ternyata cara ini ampuh untuk mendidik anak berbuat jujur," kata Sulistyowati.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau