Tahun Astronomi Internasional di Indonesia

Kompas.com - 01/01/2009, 20:07 WIB

BANDUNG, KAMIS- Peneropongan matahari yang dilakukan Komunitas Langit Selatan dan Mahasiswa Astronomi Institut Teknologi Bandung membuka hari pertama Tahun Astronomi Internasional 2009. Tujuannya untuk memberikan pengenalan pada masyarakat tentang tahun astronomi internasional dan kepedulian terhadap kondisi kritis di langit.

Peneropongan dilakukan di Cihampelas Walk Bandung pada pukul 11.00-14.00, Kamis (1/1). Peneropongan menggunakan teropong binokuler dan dua teropong Galileo.

Pemilihan tahun 2009 sebagai tahun astronomi terkait dengan aktivitas Galileo Galilei. Sekitar 400 tahun lalu atau tahun 1609, Galileo melakukan peneropongan astronomi untuk pertama kalinya.

Menurut salah seorang pengaggas Komunitas Langit Selatan, Avivah Yamani, kegiatan peneropongan matahari ini merupakan bagian awal dari Tahun Astronomi 2009 yang mengambil tema The Universe, Yours to Discover.

Ia mengatakan, aktivitas peneropongan matahari dipilih karena merupakan obyek astronomi yang paling dekat dengan manusia. Meski demikian, detail mengenai matahari sangat minim diketahui masyarakat. Di antaranya bahaya yang mungkin mengancam akibat aktivitas matahari.

Oleh karena itu, selain melakukan peneropongan matahari pihaknya juga memberikan sedikit penjelasan mengenai fenomena alam akibat aktvitas matahari atau objek astronomi lainnya.

Salah satunya, adalah permasalahan semakin terangnya langit pada malam hari. Penyebabnya adalah lampu rumah tangga atau kendaraan bermotor. Hal itu dikatakan berpotensi menghambat aktivitas peneropongan. Padahal, peneropongan astronomi bintang menjadi salah satu komponen pertimbangan berbagai macam hal, di antaranya perkiraan cuaca.  

"Terkait pemilihan tempat, kami memang sengaja memilih Cihampelas Walk. Alasannya, pada hari libur pasti banyak orang datang ke Cihampelas. Hal itu cocok dengan misi edukasi dan pengenalan peneropongan astronomi," katanya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Observatorium Boscha sekaligus Koordinator Tahun Astronomi Internasional di Indonesia, Taufik Hidayat. Banyak kegiatan yang akan dilakukan untuk menyemarakannya Tahun Astronomi Internasional.

Di antaranya, Observatorium Bosscha bekerjasama dengan PT Pos Indonesia, pada tanggal 2 Mei 2009, terkait dengan Hari Pendidikan Nasional, akan meluncurkan seri perangko yang bertema Tahun Astronomi Internasional.

Setelah kegiatan pertama, yaitu pengamatan matahari pada tanggal 1 Januari 2009 ini, selanjutnya akan ada kegiatan bersama dengan masyarakat mengamati peristiwa Gerhana Matahari Cincin yang akan terjadi pada tanggal 26 Januari 2009.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau