Pejuang Palestina Terus Tembakkan Roket

Kompas.com - 01/01/2009, 21:15 WIB

TEL AVIV, KAMIS- Pejuang di Gaza, Palestina, menembakkan lebih dari 10 roket ke wilayah Israel pada Kamis (1/1). Beberapa  di antaranya masuk jauh ke dalam negara Yahudi itu tanpa menyebabkan korban, kata pejabat. Satu roket menghantam bangunan perumahan di kota pelabuhan Ashdod, lebih dari 30 kilometer dari tapal batas Gaza, kata tentara Israel. 

"Sedikit-dikitnya 15 roket jatuh di wilayah Israel, satu di antaranya mengenai langsung gedung permukiman delapan tingkat di kota pelabuhan Ashdod," kata jurubicara polisi Micky Rosenfeld.

Roket itu menghantam atap gedung dan menembus dua lantai. Pengelola segera mengosongkan gedung itu, karena takut akan kemungkinan sebagian bangunan tersebut roboh. Meski demikian, tak seorang pun cedera, tapi beberapa penduduk dibawa ke rumahsakit akibat terguncang.

Dua roket jatuh tanpa menyebabkan kerusakan atau korban di sekitar kota gurun Bersheba, sekitar 40 kilometer dari perbatasan, yang terjauh dari roket luncuran pejuang sampai di wilayah Israel. Roket lain menghantam pabrik di daerah Eshkol, yang menyebabkan kerusakan. 

Di Gaza, sayap bersenjata Hamas menyatakan menembakkan dua roket ke pangkalan angkatan udara Hatzerim di barat Beersheva, sementara tentara Israel tidak memberi tanggapan.

Sejak awal pemboman Israel atas sasaran Hamas pada Sabtu, pejuang di Gaza sudah menembakkan lebih dari 260 roket dan mortir ke wilayah Israel, menewaskan tiga warga dan satu tentara serta melukai beberapa puluh orang.

Serangan Israel sudah membunuh sedikit-dikitnya 400 warga Palestina dan melukai hampir 2.000 orang lain, kata dokter Gaza. 

Dua roket Rusia, Grad, yang telah diubah menghantam kota Bersheba di Israel selatan pada Selasa malam, untuk pertama kali sejak serangan roket Palestina terhadap Israel dari Jalur Gaza dimulai tujuh tahun lalu.

Satu bangunan kosong taman kanak-kanak di kota tersebut, serta daerah terbuka di selatannya dihantam, ketika roket itu mendarat setelah matahari terbenam, kata laporan media Israel.

Bersheba, yang seringkali dirujuk sebagai "ibukota" gurun Negev di Israel selatan, terletak hampir 40 kilometer dari Jalur Gaza dan kota paling jauh dihantam roket luncuran dari Jalur Gaza. Bersheba memiliki lebih dari 186.000 warga, adalah kota terbesar ketujuh di Israel.

Suara sirene bergema untuk pertama kali di kota tersebut, sehingga penduduknya bergegas memasuki ruangan aman dan tempat perlindungan. Pemerintah Israel melakukan pembahasan mengenai kemungkinan menutup semua sekolah di kota itu pada Rabu. Israel tampak akan membalas serangan roket --yang meningkat-- tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau