Pemerintah Austria Turun Tangan Kuasai Medici

Kompas.com - 02/01/2009, 05:24 WIB

LONDON, RABU — Pemerintah Austria akan segera turun tangan dan memegang kendali Bank Medici yang berbasis di Vienna, sebagai buntut dari skandal Madoff yang berpengaruh juga terhadap bank tersebut.

Surat kabar Austria, Der Standard, Rabu (31/12), melaporkan, menurut sumber di bank tersebut, bank yang didirikan dan sebagian besar sahamnya dimiliki bankir ternama Sonja Kohn itu akan menyambut baik tindakan pemerintah tersebut jika dilakukan dan akan bekerja sama dengan pemerintah.

Akan tetapi, diungkapkan, Bank Medici secara resmi belum diberi tahu mengenai hal itu.

Kohn dilaporkan sejumlah media Austria memiliki hubungan sangat dekat dengan manajer keuangan Bernard Madoff, yang mengguncang sektor keuangan AS karena tuduhan skandal besar-besaran yang dilakukannya.

Jika terjadi, hal itu akan menjadi kasus pertama, di mana sebuah pemerintah terpaksa turun tangan untuk mengatasi kesulitan sebuah bank yang terkait dengan skandal Madoff, yang diduga melibatkan uang 50 miliar dollar AS itu.

Sumber itu juga menolak menjelaskan berapa besar kerugian Bank Medici terkait skandal tersebut. Sebanyak 25 persen saham Medici dimiliki UniCredit Bank Austria.

Dana dilarikan

Bank Medici awal bulan ini mengatakan, mereka memiliki beberapa produk yang terpengaruh oleh tuduhan penyimpangan yang dilakukan Madoff, tetapi ditegaskan bahwa pengaruhnya tidak besar karena bank itu memiliki basis kapital yang kuat.

Akan tetapi, baik menurut Der Standard maupun The Financial Times, dampak kerusakan akibat skandal Madoff ternyata lebih besar dari yang diperkirakan semula.

Bank Medici awal bulan lalu menjelaskan, dua dari pos dananya, Herald USA Fund dan Herald Luxemburg Fund, dengan total volume 2,1 miliar dollar AS, tersangkut dengan tuduhan penyimpangan yang dilakukan Madoff itu meski tidak disebutkan berapa besar dana yang bermasalah tersebut.

Standard mengatakan, Pemerintah Austria akan menunjuk seorang wakil untuk duduk di manajemen bank itu dalam beberapa hari ke depan. Itu artinya, bank tidak boleh mengambil keputusan-keputusan penting tanpa sepengetahuan pemerintah.

Di AS, penyidikan atas skandal Madoff diperluas ke sektor keuangan di luar negeri yang diduga menjadi tempat penyembunyian dana-dana bermasalah Madoff.

Para penyidik federal mulai mendalami peran dari dana-dana di luar negeri yang kemungkinan digunakan sedemikian rupa untuk menghindari pajak-pajak yang diberlakukan di AS. Ada dugaan kuat, keuntungan dari investasi Madoff yang ditanam di AS telah dilarikan ke luar untuk menghindari perpajakan AS. Uang-uang itu diduga disimpan di Eropa dan Karibia.

Sebelumnya, Bank Eropa lainnya, yaitu bank swasta Swiss, Union Bancaire Privée (UBP), juga kesulitan untuk menjelaskan kaitan bank tersebut dengan manajer keuangan dari New York itu.

The Wall Street Journal melaporkan, setengah dari 22 pos pendanaan UBP, yang menyalurkan uang para nasabah kepada manajer keuangan lain, sebagian ditempatkan di pos-pos yang terkait dengan kendaraan investasi Madoff, termasuk satu yang dijalankan oleh J Ezra Merkin dari perusahaan kreditor mobil, GMAC LLC.

Skandal itu juga semakin meluas dengan melibatkan aktor Kevin Bacon dan istrinya, Kyra Sedgwick. Juru bicara Bacon, seperti dilaporkan Times Online, membenarkan bahwa aktor tersebut memercayakan sebagian dananya kepada Madoff, tetapi tidak dijelaskan lebih rinci.(AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau