BBM Habis, Pertamina Akui Ada Gangguan

Kompas.com - 02/01/2009, 17:56 WIB

JAKARTA, JUMAT-  PT Pertamina (Persero) membenarkan terjadinya gangguan dalam sistem on line yang baru diterapkannya untuk penebusan Bahan Bakar Minyak (BBM). Akibatnya, sejumlah SPBU di wilayah Jabodetabek tidak memiliki stok Premium.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengakui sendiri terjadinya gangguan dalam sistem baru pemesanan BBM yang mulai 1 Januari ini digunakan perusahaannya. "Pertamina menggunakan sistem baru, jadi mohon maklum kalau ada gangguan," ujar Faisal, Jumat (2/1).

Tapi menurutnya, gangguan sistem tersebut sudah bisa teratasi pada pukul 08.00 WIB tadi pagi. Sehingga delivery order (DO) BBM yang diminta sejumlah SPBU yang sempat tidak terekam dalam komputer perseroan sudah bisa diterima dan mulai segera di pasok.

Gangguan sistem diakui Faisal baru dapat diketahui setelah melihat rekaman DO BBM pada hari ini. Seharusnya dalam kondisi normal SPBU-SPBU di Jabodetabek menebus premium dan solar 10.000 kilo liter (KL) sampai 12.000 KL. Tetapi sampai pagi tadi DO yang masuk baru sampai 6.000 KL. "Saya pastikan nanti malam sudah kembali normal," yakinnya. (Kontan)

 
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau