Pertamina Endus SPBU Kurangi Stok

Kompas.com - 02/01/2009, 20:04 WIB

JAKARTA, JUMAT - Seretnya pasokan Bahan bakar Minyak (BBM) ke sejumlah SPBU di Jabodetabek diendus oleh Pertamina sebagai gelagat tidak baik dari pemilik SPBU. Menurut Juru Bicara Pertamina Anang Rizkani Noor, dengan kondisi stok BBM yang cukup untuk 20 hari ke depan seharusnya tidak terjadi kelangkaan di SPBU.

"Yang terjadi adalah ada beberapa SPBU yang mengurangi stok karena berspekulasi harga Premium turun. Sekarang ini armada sedang mengisi SPBU-SPBU, mudah-mudahan dalam beberapa jam ke depan sudah normal kembali," kata Anang.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, kondisi ini berulang sama ketika pemerintah menurunkan harga Premium dan Solar pada 1 Desember 2008 dan 15 Desember 2008 yang lalu. Saat itu, banyak pemilik SPBU yang memutuskan untuk tidak menebus BBM karena takut rugi akibat harga jual yang lebih rendah ketimbang harga beli. "Mereka ragu menebus dan tidak mau ambil BBM," kata Faisal.

Namun Mohammad Nur Adib, Ketua Umum Hiswana Migas secara tegas menolak tudingan tersebut. Menurutnya, kelangkaan Premium yang terjadi sekarang ini murni karena tidak berfungsinya sistem on line pemesanan BBM yang baru digunakan Pertamina. (KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau