Ratusan Mahasiswa Tegal Demo Kutuk Israel

Kompas.com - 02/01/2009, 20:15 WIB

TEGAL, JUMAT - Ratusan mahasiswa dan sejumlah organisasi Islam di Kota Tegal yang tergabung dalam Aliansi untuk Pembelaan Palestina, berunjuk rasa di Alun-alun Kota Tegal, Jumat (2/1) siang. Mereka mengutuk tindakan Israel menyerang Palestina, dan menggalang dana untuk membantu masyarakat Palestina.

Unjuk rasa juga diikuti oleh ibu-ibu, bersama dengan anak-anak mereka. Meskipun terik matahari menyengat kepala, mereka terus berteriak menyuarakan dukungan kepada Palestina. Usai berorasi, para peserta berjalan kaki sekitar dua kilometer, hingga gedung DPRD Kota Tegal.

Koordinator unjuk rasa, Bambang Purwanto mengatakan, serangan Israel ke Jalur Gaza telah menimbulkan ratusan korban jiwa. Korban tidak hanya berasal dari kaum laki-laki, tetapi juga perempuan dan anak-anak.

Menurut dia, serangan Israel bukan merupakan perang, tetapi pembantaian dan penjajahan yang nyata. Indonesia secara tegas menyatakan dalam konstitusinya menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus berada di garda depan untuk menuntaskan penjajahan Israel atas Palestina.

Dalam unjuk rasa tersebut, mereka menyampaikan tujuh pernyataan sikap. Pertama, para peserta mendukung Pemerintah RI yang telah memberikan bantuan kemanusiaan dan meminta Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi tentang penghentian agresi militer Israel ke Jalur Gaza.

Distribusi Bantuan

Mereka juga meminta DPR mengawasi distribusi bantuan ke Palestina, menuntut pemerintah RI dan negara-negara merdeka lainnya untuk menggalang kekuatan regional dan internasional untuk menekan Israel, menuntut PBB sebagai perwakilan bangsa di dunia bersikap adil, menuntut Mahkamah Internasional menyeret dan mengadili pihak yang bertanggung jawab terhadap serangan, mengimbau masyarakat Indonesia untuk mengupayakan bantuan maksimal kepada rakyat Palestina, serta mengimbau seluruh ulama untuk menyosialisasikan wajibnya bersolidaritas terhadap bangsa Palestina.

Bambang mengatakan, Aliansi untuk Pembelaan Palestina juga menggalang dana untuk disalurkan kepada masyarakat Palestina. "Penggalangan dana dilaksanakan selama dua hari, di jalan-jalan dan di posko. Dana yang terkumpul akan ditransfer ke Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina," ujarnya.

Menurut dia, unjuk rasa hari itu merupakan wujud kepedulian dan dukungan moril terhadap masyarakat Palestina. "Kami memang belum mengirimkan relawan, ini masih aksi moril," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau