Presiden Tugaskan Tiga Menteri ke Papua Barat

Kompas.com - 04/01/2009, 11:24 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, MINGGU — Untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan pascagempa bumi di Manokwari, Papua Barat, Minggu dini hari tadi (4/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menugaskan tiga menteri untuk berangkat ke Papua Barat, hari ini juga.

Tiga menteri tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal, dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah.

Hal ini disampaikan Presiden dalam keterangan pers seusai meninjau Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. "Sejauh ini sistem telah bekerja. Namun, untuk memastikannya, siang ini saya sudah menugaskan tiga menteri tersebut untuk segera berangkat," tandas Presiden.

Menurut Presiden, menjelang subuh terjadi gempa bumi utama dan gempa susulan yang kekuatannya berkisar antara 5-7 skala Richter. Bahkan, gempa paling kuat skalanya mencapai 7,6 SR. Pusat gempa ada di darat dan di lautan.

Setelah mendapat kabar terjadinya gempa bumi di Sorong dan Manokwari, Papua Barat, menjelang subuh tadi, Presiden mencoba melakukan kontak ke Papua, tetapi masih sulit.

"Tepat jam enam saya bisa berkomunikasi dengan Gubernur Papua Barat. Ternyata beliau ada di lapangan. Saya menginstruksikan agar melakukan langkah tanggap darurat serta memulihkan listrik dan fasilitas lainnya," ujar Presiden.

Dikatakan oleh Presiden, dari informasi sementara, terdapat empat korban meninggal dunia dan beberapa rumah serta fasilitas rusak. "Saya akan terus memantau pascakejadian gempa tersebut," demikian Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau