31.509 Penumpang Bus Tiba di Purabaya

Kompas.com - 04/01/2009, 20:37 WIB

SURABAYA,MINGGU-Kepadatan arus balik liburan natal dan tahun baru tampak di Terminal Purabaya. Hingga Sabtu (3/1) kemarin, kedatangan penumpang bus ke Surabaya mencapai 31.509 orang atau naik 21 persen dibandingkan volume kedatangan penumpang di hari biasa.

Selain peningkatan jumlah penumpang, armada bus yang memasuki Terminal Purabaya juga bertambah dari rata-rata 900 bus per hari menjadi 1.227 bus. Jumlah armada sebenarnya hanya 900 bus.

"Tetapi setiap hari ada sekitar 300 bus dari luar kota yang masuk ke Purabaya dengan izin trayek insidentil," kata Kepala Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) Terminal Purabaya May Ronald, Minggu (4/1) di Surabaya.

Menurut Ronald, kedatangan bus-bus dari luar kota tersebut karena terjadi penumpukan di beberapa terminal di luar Surabaya. Sehingga penumpang harus segera dialihkan ke Terminal Purabaya melalui izin trayek insidentil. Ronald memprediksi volume arus balik pada Minggu (4/1) mencapai 36.000 penumpang.

Berdasarkan pemantauan Kompas , keramaian jalur arus balik terlihat pada beberapa jurusan, seperti jalur barat dari arah Yogyakarta, Solo, dan Kediri menuju Surabaya serta jalur timur dari arah Jember dan Banyuwangi menuju Surabaya. Jika volume kedatangan naik hingga 31.50 9 penumpang, volume keberangkatan justru lebih sepi, yaitu 26.862 penumpang.

Arus balik liburan natal dan tahun baru juga tampak di Stasiun kereta api Gubeng. Wakil Kepala Stasiun Gubeng Sutjipto mengungkapkan, secara umum kepadatan penumpang terjadi pada kereta api kelas ekonomi dan bisnis sedangkan volume penumpang kereta eksekutif justru turun. "Masyarakat cenderung memilih kereta ekonomi dan bisnis yang harga tiketnya murah," tuturnya.

Sebagai contoh, tiket kereta ekonomi Pasundan Ekspres ke Bandung hanya Rp 46.000 per orang dan tiket kereta ekonomi Gaya Baru ke Jakarta hanya Rp 36.000 per orang. Sedangkan, harga tiket kereta eksekutif tujuan Jakarta dan Bandung mencapai Rp 260.000 hingga Rp 320.000 per orang.

Hari Sabtu (3/1), volume penumpang kereta api di stasiun Gubeng mencapai 4.609 orang. Jumlah ini naik sekitar 42 persen dibandingkan libur natal dan tahun baru lalu.

Penumpang pesawat turun  

Jika moda transportasi bus dan kereta api mengalami kenaikan volume penumpang pada liburan tahun ini, volume penumpang angkutan udara baik domestik maupun internasional secara umum justru turun. Asisten Manajer Tim Sistem Informasi Manajemen, Data, dan Laporan PT (Persero) Angkasa Pura I Firstson Mansyur mencatat, pada H+2 tahun baru volume penumpang domestik pada arus balik turun 11 persen dari 13.225 penumpang (tahun lalu) dengan 125 pesawat menjadi 11.730 penumpang (tahun ini) dengan 104 pesawat.

Sementara itu, penurunan juga terjadi pada penerbangan internasional sebanyak 33 persen. Tahun lalu, kedatangan penumpang ke Surabaya mencapai 3.037 orang dengan 12 pesawat dan tahun ini hanya 2.035 orang dengan 15 pesawat.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau