Seorang Pemulung Dipukuli Hingga Tewas

Kompas.com - 04/01/2009, 20:37 WIB

BANDUNG, MINGGU - Malang betul nasib Oma (40), warga Jatihandap, Mandalajati, Kota Bandung. Akibat ketahuan mencuri aki mobil bekas, pemulung ini tewas akibat dihakimi massa. Peristiwa memilukan ini terjadi di kompleks Jalan Subang, Antapani, Bandung, Minggu (4/1) siang.

Dua rekan almarhum pun ikut dikeroyok massa yang mengamuk. Namun, kedua pemulung ini nasibnya lebih beruntun g. Hanya babak belur dan keburu diamankan polisi. Aparat kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian perkara tidak keburu menyelamatkan nyawa pemulung malang ini. Oma menghembuskan napas terakhirnya saat coba dilarikan ke RS Ujungberung.

Menurut keterangan Agus (44), saksi mata sekaligus pemilik angkot yang akinya dicuri, peristiwa ini terjadi sekitar Pukul 13.00 WIB. Ketika itu, ia diberitahu bahwa aki miliknya telah dicuri maling. Saat itu diketahui pencurinya adalah sekelompok pemulung. Ia sempat mengejar sekawanan pemulung dan menggeledah isi keranjang bawaannya. Namun, ia ternyata salah sasaran.

Tahu-tahu, tidak jauh dari tepat itu, ia dikabari, pencuri akinya telah tertangkap. Saat di lokasi kejadian, ketiga pemulung telah babak belur dan salah satunya, yaitu Oma, sudah sekarat.

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Sektor Antapani AKP Asral Bakar, kasus tindakan main hakim sendiri macam ini sulit diungkap. Pihak kepolisian sulit mengusut karena saat pelaku ditemukan, tidak diketahui siapa saja yang memukulinya.

"Apalagi, ini juga melibatkan kelompok massa yang besar. Sekarang kami limpahkan kasus ini ke Polsek Kiara Condong karena ternyata kejadian perkara masuk wilayah hukum sana," tuturnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau