SEMARANG, MINGGU — Sebanyak dua pemain asing, yaitu Abdel Aziz Dnibi dan Nnengue Bienvenu, yang baru bergabung dengan PSIS Semarang pada putaran kedua Liga Super nanti, masih berstatus ilegal. Mereka belum melengkapi persyaratan administrasi untuk bisa membela tim "Mahesa Jenar" pada musim kompetisi tahun ini.
Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho, di Semarang, Minggu (4/1), mengatakan, manajemen berharap sebelum tanggal 15 Januari 2009 ini, semua persyaratan administrasi pemain asing sudah beres sehingga bisa diturunkan saat menjamu Persitara Jakarta Utara pada leg pertama Copa Indonesia.
"Kami memberi batas waktu kepada pemain-pemain asing itu untuk menyelesaikan persyaratan administrasi tanggal 10 Januari 2009 sehingga, saat menjamu Persitara Jakarta Utara pada Copa Indonesia, mereka bisa dimainkan," katanya.
Ia mengakui, memang untuk Copa Indonesia hanya tiga pemain asing yang bisa dimainkan, tetapi kalau semua persyaratan administrasi pemain asing sudah selesai, tentunya pelatih Bambang Nurdiansyah bisa memiliki alternatif untuk menurunkan pemain asingnya. "Jadi tidak hanya itu-itu saja, artinya kalau hanya tiga pemain asing yang disahkan tentunya pelatih tidak memiliki alternatif untuk menurunkan pemain yang lain," katanya.
Setyo Agung Nugroho, yang sukses mengantarkan PSIS Junior juara Liga Remaja Piala Suratin tahun 2004, menyebutkan, pemain asing asal Marokko (Abdel Aziz Dnibi) sudah mendapatkan Kitas (Kartu Izin Tinggal Sementara), tetapi belum mendapatkan ITC (International Certificate Transfer).
Rencananya, menurut dia, hari Senin (5/1), ITC akan diurus. "Saya yakin untuk mengurus ITC tidak terlalu sulit bagi Aziz karena yang bersangkutan sudah mendapat surat keluar dari klub lamanya, Geylang FC Singapura," katanya.
Sementara itu, untuk striker asal Kamerun (Nnengue), kata dia, sampai sejauh ini belum mengantongi Kitas maupun ITC. "Saya tetap yakin bahwa agen pemain tersebut, Jules Onana, akan segera mengurusnya dan dalam waktu dekat bisa selesai sehingga pemain ini bisa dimainkan lawan Persitara Jakarta Utara," katanya.
Kemudian, untuk Esaiah Pello Benson, kata dia, sudah tidak ada persoalan dan kini tinggal mengurus surat keluar dari klub lamanya, Arema Malang. Untuk mendapatkan surat keluar dari Arema Malang tergantung pada gelandang serang asal Liberia tersebut. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang