"Runway" Diaspal Ulang, Bandara Soekarno-Hatta Terganggu

Kompas.com - 05/01/2009, 06:31 WIB

JAKARTA, SENIN — Sebagian penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (4/1), terlambat dari jadwal yang seharusnya. Ini karena ada kegiatan pengaspalan ulang landasan pacu (runway).

Menurut juru bicara Dephub Bambang S Ervan, pengaspalan dilakukan karena ada aspal yang terkelupas di sektor M1 dan M2 dari landasan pacu utara Bandara Soekarno-Hatta. Kedalaman aspal yang terkelupas 5-7 cm, lebar 50 cm, dan panjang 60 cm. Landasan pacu itu biasanya digunakan oleh pesawat yang berangkat dan tiba di Terminal II.

”Otoritas bandara telah memberi tahu kepada pemerintah mengenai pengaspalan ulang runway yang rusak akibat semburan jet. Perbaikan berlangsung empat jam, pukul 14.00 hingga pukul 18.00,” kata Bambang.

Dijelaskan, perbaikan itu telah diumumkan sebelumnya oleh otoritas bandara. ”juga disampaikan, proses lepas landas dan pendaratan pesawat untuk beberapa jam dialihkan ke runway selatan,” tutur Bambang.

Manajer Komunikasi Mandala Airlines Trisia Megawati menjelaskan, akibat perbaikan landasan pacu, penerbangan Mandala terlambat rata-rata 1-2 jam. ”Pesawat yang terlambat antara lain untuk tujuan Yogyakarta, Semarang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Batam, dan Surabaya. Keterlambatan itu bukan kesalahan Mandala,” ujar Trisia.

Pritta (32), penumpang pesawat Batavia Air jurusan Jakarta-Surabaya, mengatakan, keberangkatannya tertunda lebih dari dua jam. Penerbangan yang dijadwalkan pukul 15.00, hingga pukul 17.30 pesawat belum lepas landas. ”Tidak ada penjelasan tentang penyebab penundaan. Penumpang dibiarkan telantar,” ujar Pritta, yang mengaku tak mendapat kompensasi makanan dari maskapai penerbangan.

Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 25/2008, kompensasi berupa makanan dan minuman akibat keterlambatan diberikan bilamana keterlambatan diakibatkan kesalahan maskapai, yakni antara lain karena pesawat rusak.

Namun, menurut Trisia, bagi pemegang polis asuransi Mandala PlusGuard, akibat penundaan penerbangan lebih dari dua jam, penumpang mendapat Rp 200.000. ”Kompensasi digandakan untuk setiap dua jam keterlambatan. Maksimum kompensasi Rp 4 juta untuk tiap penerbangan,” ujar dia.

Ruang tunggu keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta menjadi sesak oleh ratusan penumpang yang tertunda keberangkatannya. Puluhan penumpang harus duduk di lantai karena kursi di ruang tunggu telah terisi semua.

Para penumpang menyesalkan kebijakan otoritas bandara yang mengaspal ulang landasan pacu saat arus balik liburan tahun baru. ”Kenapa perbaikan runway dilakukan sekarang. Hal ini sangat mengganggu penumpang,” ujar Pritta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau