Tes DNA Akan Dilakukan untuk Mayat Terpotong-potong

Kompas.com - 05/01/2009, 13:39 WIB

PURWOKERTO, SENIN — Polres Banyumas akan melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh manusia yang ditemukan di hutan Wanawisata Baturaden, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu malam (3/1).
     
Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar RZ Pancaputra, di Purwokerto, Senin, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait identitas korban. Menurut dia, tes DNA dan struktur gigi akan dilakukan untuk mengetahui identitas korban yang tubuhnya terpotong-potong dan tercecer di hutan Baturaden.
     
"Namun saat ini identifikasi masih dilakukan secara analisis forensik di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto," katanya.
     
Mengenai penyebab kematian korban, dia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menduga disebabkan oleh terkaman binatang buas. "Kematian korban masih ada kemungkinan disebabkan binatang buas. Namun, segala kemungkinan tetap ada," kata dia.
     
Berdasarkan informasi, hingga saat ini potongan tubuh yang berhasil dikumpulkan polisi berupa sepasang potongan kaki, tengkorak kepala, potongan tangan, tulang ekor, tengkuk, dan potongan usus.
     
Seperti diwartakan sebelumnya, potongan tubuh manusia tersebut pertama kali ditemukan Supardjo (46), warga di sekitar Wanawisata Baturaden, Sabtu malam (3/1).
     
Menurut Supardjo, saat itu dia sedang berjalan bersama anaknya di dalam hutan Wanawisata Baturaden, tetapi secara tidak sengaja menginjak potongan tangan.
     
Setelah diperhatikan saksama, dia melihat beberapa potongan tubuh lainnya yang tercecer. Dia mengaku terkejut dan segera melaporkan kepada petugas keamanan di sekitar kawasan wisata Baturaden.
     
Petugas yang datang segera melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Lirip hingga sejauh 700 meter dan terhenti di Curug Thengtung yang memiliki ketinggian sekitar 60 meter dengan medan yang terjal dan licin serta kondisi gelap karena malam hari.
     
Dalam penyisiran tersebut, petugas berhasil mengumpulkan potongan tangan, tulang ekor, tengkuk, dan potongan usus serta jaket jins yang terendam dalam air Sungai Lirip.
     
Potongan-potongan tubuh tersebut selanjutnya dibawa ke RSUD Margono Soekarjo untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Polsek Baturaden Ajun Komisaris Turyadi mengatakan, dari potongan tubuh itu ditemukan adanya cabikan binatang buas. Menurut dia, beberapa warga yang dimintai keterangan pun mengaku ada jejak binatang buas di sekitar lokasi penemuan.
     
"Namun kami belum bisa memastikan, potongan tubuh itu akibat dicabik binatang atau bukan, karena bisa ada kemungkinan lain," katanya.
     
Sementara itu, dokter Puskesmas Baturaden, dr Susilo yang datang lokasi pada Sabtu malam menduga potongan tubuh manusia tersebut sebagai korban pembunuhan.
     
Menurut dia, pada beberapa bagian potongan tubuh tersebut tampak dipotong menggunakan senjata tajam sehingga diduga sebagai korban pembunuhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau