PURWOKERTO, SENIN — Polres Banyumas akan melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh manusia yang ditemukan di hutan Wanawisata Baturaden, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu malam (3/1).
Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar RZ Pancaputra, di Purwokerto, Senin, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait identitas korban. Menurut dia, tes DNA dan struktur gigi akan dilakukan untuk mengetahui identitas korban yang tubuhnya terpotong-potong dan tercecer di hutan Baturaden.
"Namun saat ini identifikasi masih dilakukan secara analisis forensik di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto," katanya.
Mengenai penyebab kematian korban, dia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menduga disebabkan oleh terkaman binatang buas. "Kematian korban masih ada kemungkinan disebabkan binatang buas. Namun, segala kemungkinan tetap ada," kata dia.
Berdasarkan informasi, hingga saat ini potongan tubuh yang berhasil dikumpulkan polisi berupa sepasang potongan kaki, tengkorak kepala, potongan tangan, tulang ekor, tengkuk, dan potongan usus.
Seperti diwartakan sebelumnya, potongan tubuh manusia tersebut pertama kali ditemukan Supardjo (46), warga di sekitar Wanawisata Baturaden, Sabtu malam (3/1).
Menurut Supardjo, saat itu dia sedang berjalan bersama anaknya di dalam hutan Wanawisata Baturaden, tetapi secara tidak sengaja menginjak potongan tangan.
Setelah diperhatikan saksama, dia melihat beberapa potongan tubuh lainnya yang tercecer. Dia mengaku terkejut dan segera melaporkan kepada petugas keamanan di sekitar kawasan wisata Baturaden.
Petugas yang datang segera melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Lirip hingga sejauh 700 meter dan terhenti di Curug Thengtung yang memiliki ketinggian sekitar 60 meter dengan medan yang terjal dan licin serta kondisi gelap karena malam hari.
Dalam penyisiran tersebut, petugas berhasil mengumpulkan potongan tangan, tulang ekor, tengkuk, dan potongan usus serta jaket jins yang terendam dalam air Sungai Lirip.
Potongan-potongan tubuh tersebut selanjutnya dibawa ke RSUD Margono Soekarjo untuk menjalani pemeriksaan.
Kepala Polsek Baturaden Ajun Komisaris Turyadi mengatakan, dari potongan tubuh itu ditemukan adanya cabikan binatang buas. Menurut dia, beberapa warga yang dimintai keterangan pun mengaku ada jejak binatang buas di sekitar lokasi penemuan.
"Namun kami belum bisa memastikan, potongan tubuh itu akibat dicabik binatang atau bukan, karena bisa ada kemungkinan lain," katanya.
Sementara itu, dokter Puskesmas Baturaden, dr Susilo yang datang lokasi pada Sabtu malam menduga potongan tubuh manusia tersebut sebagai korban pembunuhan.
Menurut dia, pada beberapa bagian potongan tubuh tersebut tampak dipotong menggunakan senjata tajam sehingga diduga sebagai korban pembunuhan.