TEL AVIV, SENIN - Kementerian Pertahanan Israel menolak mengizinkan para wartawan asing melintasi Israel untuk masuk ke Jalur Gaza. Kebijakan tersebut, menurut seorang wakil dari media asing di Israel, tetap diberlakukan walaupun ada satu keputusan pengadilan.
Pada hari Senin (5/1), para pejabat Israel, yang mengutip risiko-risiko keamanan melarang para wartawan memasuki Jalur Gaza. Padahal sejumlah jurnalis asing sebelumnya dijanjikan akan diizinkan menyeberang saat tempat-tempat penyeberangan dibuka untuk mengizinkan 200 warga asing meninggalkan wilayah itu.
Awalnya, Israel tidak mengizinkan wartawan asing memasuki Jalur Gaza dari Israel sejak negara Yahudi mulai melakukan Operasi "Cast Lead" terhadap Hamas sejak 27 Desember. Asosiasi Pers Asing Israel mengajukan petisi ke Mahkamah Agung mengenai masalah itu. Israel kemudian setuju mengizinkan satu rombongan delapan wartawan memasuki Gaza apabila tempat-tempat perlintasan itu dibuka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang