Rp 10 Miliar untuk Kantor Wali Kota Tangerang Selatan

Kompas.com - 05/01/2009, 22:45 WIB

TANGERANG, SENIN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menganggarkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk rehabilitasi dan menyewa kantor sementara yang akan ditempati penjabat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel). "Pusat perkantoran akan menempati gedung sementara hingga proses pembangunan pusat kantor yang tetap selesai direhabilitasi," kata Ketua Tim Nonteknis Pembentukan Kota Tangerang Selatan, Hery Haryanto, Senin (5/1).

Ia mengatakan, lokasi pusat pemerintah sementara untuk kota Tangerang Selatan berada di gedung bekas PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Desa Cilenggang, Kecamatan Serpong. Gedung bekas PTPN VIII ini sebagai kantor alternatif karena kantor pusat yang definitif masih dalam proses pembangunan dan rehabilitasi yang berlokasi di kantor Kecamatan Ciputat.

Menurut Haryanto, anggaran tersebut berasal dari dana hibah Pemkab Tangerang sebagai pemerintah induk. Tujuannya  agar gedung yang sudah direhabilitasi nanti dapat menjadi kantor yang memadai dan layak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dana sebesar Rp 10 miliar itu digunakan untuk memperbaiki gedung berlantai tiga yang terdiri atas 25 ruangan dan aula dengan daya tampung sekitar 500 orang. Proses perbaikan meliputi pengecatan tembok, perbaikan pendingin ruangan, atap yang bocor serta membersihkan halaman.

Untuk  mempersiapkan pusat perkantoran sementara, Pemkab Tangerang sedang melakukan pembicaraan dengan pihak pengelola kantor pusat PTPN di Bandung, Jawa Barat.

Pusat perkantoran di PTPN VIII Serpong dipersiapkan karena terkait dengan akan segera disahkan dan dilantiknya penjabat Wali Kota Tangerang Selatan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau