Dua Pemain Asing PSIS Terancam Aturan

Kompas.com - 05/01/2009, 22:57 WIB

SEMARANG, SENIN - Dua pemain asing PSIS Semarang, Aaron Nguimbat (stopper) dan Esaiah Pello Benson (gelandang serang), terancam tidak bisa tampil pada putaran kedua Kompetisi Indonesia Super League (ISL), menyusul keluarnya ketentuan baru dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai perpindahan pemain asing.

Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho di sela-sela memantau tim asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah berlatih di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (5/1) petang mengatakan, aturan baru yang dikeluarkan BLI adalah perpindahan pemain asing antarklub harus dengan mekanisme transfer atau peminjaman.

Dengan keluarnya aturan baru itu, menurut dia, surat keluar dari klub lama terutama bagi pemain asing yang pada putaran pertama bermain di klub-klub Indonesia sudah tidak berlaku, tetapi harus ada surat transfer atau peminjaman. Surat keluar yang sudah dikantongi Nguimbat sudah tidak berlaku lagi.

"Berdasarkan keterangan dari Manajer Operasional PSIS Ari Wibowo, klub lama mereka yaitu Arema Malang minta transfer kepada PSIS. Kalau nilai transfer itu masih dalam jangkauan keuangan tim, tentunya tidak ada masalah. Tetapi kalau sudah di luar kemampuan keuangan tim, tentunya kami sulit memenuhinya," katanya.

Berdasarkan surat dari BLI nomor 0613/A.02/BLI.3.1/XII/2008 tertanggal 24 Desember 2008 yang ditandatangani Ketua BLI Andi Darussalam dan ditujukan kepada manajer masing-masing tim disebutkan, untuk pendaftaran pemain baru pada putaran kedua harus memenuhi berbagai ketentuan.

Ketentuan tersebut di antaranya pemain tidak terikat dengan klub mana pun dan belum pernah bermain pada tahun 2008, maka prosedurnya adalah normal seperti perpindahan pemain baru. Pemain yang sudah disahkan dan pernah bermain di salah satu klub (profesional) Liga Indonesia 2008, maka pendaftaran (penambahan), perpindahan pemain pada klub baru harus melalui mekanisme transfer atau peminjaman.

Sekarang yang dilakukan oleh manajemen, kata Setyo Agung Nugroho, semuanya diserahkan kepada pemain yang bersangkutan untuk melakukan negosiasi dengan manajemen Arema Malang.

"Yang bisa kami lakukan adalah kami serahkan semuanya kepada kedua pemain untuk melakukan negosiasi dengan manajemen klub lamanya. Yang jelas kalau permintaan transfer itu di luar kemampuan keuangan PSIS, tentunya kami juga tidak bisa," katanya.

Kedua pemain tersebut memang sudah ada kesepakatan kontrak dengan PSIS, tetapi kata dia dalam salah satu klausul kontrak antara manajemen dengan pemain itu disebutkan kalau pemain belum memenuhi semua persyaratan administrasi, maka kontrak tersebut dianggap batal.

Kalau untuk Abdel Aziz Dnibi dan Nnengue Bienvenu, dia mengatakan sudah tidak ada masalah karena mereka berasal dari klub di luar negeri dan tidak masuk dalam aturan yang disebutkan dalam BLI tersebut. Di sisi lain, kata dia, PSIS akan kedatangan mantan pemain Persik Kediri Bertha Yuwana yang bisa berposisi sebagai striker dan bek sayap.

"Sebelum datang ke Semarang, kami sudah melakukan pembicaraan dengan pemain tersebut. Tetapi, tentunya pelatih harus melihat kemampuan yang bersangkutan," katanya.

Menurut dia, kalau pelatih menyetujuinya, tentunya tinggal menandatangani kontrak, karena sebelumnya sudah ada negosiasi soal itu. "Saya mendapat kabar kalau Bertha sedang dalam perjalanan menuju Semarang," katanya. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau