Petambak Sumsel Tuntut Penuntasan Kasus Penggelapan Jamsostek

Kompas.com - 06/01/2009, 12:47 WIB

Laporan wartawan Kompas Bonivasius Dwi P

PALEMBANG, SELASA — Lebih dari 400 petambak udang dan buruh perusahaan PT Wachyuni Mandira berunjuk rasa di DPRD Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (6/2), menuntut jajaran kepolisian -pemerintah-legislatif mengusut kasus penggelapan dana Jamsostek karyawan yang tidak disetorkan selama 48 bulan senilai Rp 19,5 miliar.

Pengunjuk rasa ini ditemui langsung Ketua DPRD Sumsel Zamzami Ahmad, Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf, wakil kepolisian, dan jajaran pejabat Jamsostek Sumatera Selatan.

Menurut Darius, koordinator aksi sekaligus Koordinator Buruh Wilayah Sumsel PT Wachyuni Mandira, selain dugaan penggelapan dana Jamsostek, mereka juga memprotes tindakan deportasi atau pengusiran karyawan dari lokasi perumahan perusahaan yang dilakukan secara sepihak.  

"Deportasi ini merupakan reaksi balasan menanggapi aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang kami lakukan. Kami beserta anak istri diusir paksa dari kompleks perumahan dan dipindahkan ke kegiatan usaha pertanian jagung. Apakah ini manusiawi?" kata Darius.

Ketua DPRD Sumsel Ahmad Zamzami lantas menanyakan kepada Kepala Kantor Wilayah Jamsostek Sumsel Achmad Riady perihal kebenaran laporan dugaan penggelapan dana jamsostek itu. Riady langsung membenarkan laporan tersebut.

Menurut dia, PT Wachyuni Mandira saat ini menunggak dana Jamsostek sebesar Rp 16,6 miliar. Selain itu, anak perusahaannya yang bernama PT Aruna Wijaya Sakti juga menunggak Rp 9,6 miliar. Jadi, secara keseluruhan, dua perusahaan yang tergabung dalam satu payung itu menunggak sebesar Rp 26,2 miliar. "Kami sudah berulang kali melayangkan somasi dan bertatap muka dengan manajemen perusahaan, tetapi tidak ada respons," katanya.

Riady menambahkan, jika benar perusahaan sudah memotong gaji karyawan, tetapi tidak membayarkannya kepada pihak PT Jamsostek, ada unsur pelanggaran pidana penggelapan uang karena diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 1992 tentang Hak-hak Pekerja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau