JAKARTA, SELASA — Produsen batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usahanya PT Bumi Resources Investment, telah menandatangani Shares Purchase Agreement (SPA) dengan Ancara Properties Limited untuk pembelian 76,9 persen saham yang dikeluarkan Leaf Forward Finance Limited (LFFT) senilai Rp 2,088 triliun.
LFFT merupakan pemilik tidak langsung 98,5 persen saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS). "SPA telah ditandatangani pada 26 Desember lalu," kata Direktur BUMI Eddie J Soebari di Jakarta, Selasa (6/1).
PT Bumi Resources Investment merupakan perusahaan yang lebih dari 99 persen sahamnya dimiliki BUMI. Sedangkan Leap Forward Finance Limited memiliki secara tidak langsung 98,5 persen saham-saham yang telah ditempatkan dalam FBS.
Sebelumnya BUMI juga telah membeli 44 persen saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 3,5 triliun.
Menurut Eddie, pembayaran transaksi dilakukan secara berkala di mana perseroan akan melakukan pembayaran di muka sekitar Rp 156 juta serta pembayaran bulanan untuk 12 bulan pertama sejak tanggal penandatanganan terakhir dalam jumlah total sekitar Rp 430 miliar.
Selanjutnya, pembayaran terakhir sejumlah Rp 2,045 triliun akan dilakukan dalam waktu 24 bulan sejak tanggal penandatanganan. "Eksekusi pembayaran ini dengan ketentuan Fajar Bumi Sakti telah mencapai target produksi tertentu yang telah disepakati dalam SPA," katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany belum bisa menjelaskan lebih lanjut. Otoritas pasar modal tersebut masih mengkaji lebih dalam. "Kita akan melihat dulu, apakah pemain lama atau baru," ujarnya.