Firman Bantah Pernyataan Yuddy

Kompas.com - 06/01/2009, 20:26 WIB

JAKARTA, SELASA — Pernyataan Yuddy Chrisandi, yang mengungkapkan bahwa Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla sudah menyatakan kesiapannya sebagai capres 2009, mendapat bantahan dari salah seorang Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo. Ia malah menganggap, apa yang dikatakan Yuddy Chrisandi itu tidak benar dan meminta apa yang dikatakan Yuddy dikonfirmasi langsung kepada Jusuf Kalla.

"Pak Jusuf Kalla yang harus ditanyakan langsung soal ini. Namun, menurut saya itu tidak benar, cuma isu saja, apalagi Golkar sudah menyatakan akan mengusung capres dan cawapresnya setelah mengetahui hasil perolehan suara di Pemilu legislatif mendatang," tandas Firman Subagyo, Selasa (6/1).

"Jadi, jangan terlalu dipercaya pernyataan itu dan perlu dicek, atau ditanyakan langsung kepada Pak Jusuf Kalla. Menurut saya, siap menjadi pemimpin nasional tidak kemudian diartikan siap menjadi presiden atau wakil presiden. Jadi ketua umum juga bisa dianggap sebagai pemimpin nasional. Bagi saya, pernyataan itu hanya bagian dari upaya memecah belah duet Pak SBY dengan Jusuf Kalla saja," tegasnya lagi.

Di DPR, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono menyatakan, sudah ada 7 kandidat capres yang kini sudah mulai mengerucut untuk kemudian akan dibahas secara serius. Selain Presiden SBY, dari ketujuh nama itu terdapat pula nama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Jusuf Kalla. Namun, kata Agung, nama-nama itu dihentikan sementara karena Golkar akan berkonsentrasi, fokus untuk bisa memenangkan pemilu legislatif mendatang.

"Nama-nama itu sudah disurvei, dan setelah Pemilu Legislatif nanti, baru akan  diumumkan. Sekarang ini baru diinventarisir saja, dan proses survei yang dilakukan secara internal itu akan dilanjutkan untuk kemudian didapatkan tiga sampai lima nama besar calon presiden. Sekarang ini, ditunda dulu pembahasannya agar kami bisa fokus pada pemilu legislatif dulu," jelas Agung Laksono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau