BANDUNG, SELASA — Sebanyak sembilan bank syariah baru akan segera berdiri pada tahun 2009. Dengan penambahan sembilan bank tersebut itu, aset perbankan syariah yang saat ini sekitar 2,16 persen akan meningkat menjadi 3,5 persen hingga 4 persen.
Presiden Direktur Karim Business Consulting Adiwarman Karim mengatakan, berdirinya bank-bank syariah baru tersebut ada yang dilakukan melalui akuisisi dan juga melalui spin off atau konversi dari unit usaha syariah yang dimiliki bank konvensional menjadi bank syariah secara terpisah. Beberapa bank syariah baru tersebut di antaranya adalah Bukopin Syariah, BRI Syariah, Panin Syariah, BCA Syariah, ungkapnya, Selasa (6/1) di Bandung.
Pada tahun 2009, kinerja dan daya saing perbankan syariah dibandingkan dengan bank konvensional diperkirakan semakin meningkat pada saat tren suku bunga perbankan konvensional semakin rendah. Oleh karena itu, pelaku perbankan syariah berharap, di tengah ancaman dampak krisis 2009, suku bunga acuan Bank Indonesia diturunkan dari 9,25 persen menjadi menjadi 8,5 persen.
Selama ini hanya ada beberapa bank syariah, seperti Bank Muamalat, Bank Syariah Mega, dan Bank Syariah Mandiri. Nanti akan semakin lebih banyak alternatif yang bisa digunakan masyarakat, kata Karim.
Aturan regulasi syarat minimal modal Rp 500 miliar akan semakin mendukung berdirinya bank-bank syariah. Terutama bagi bank yang sudah siap modal hampir Rp 500 miliar dan tinggal menambah sedikit. Dengan membeli bank yang kecil untuk kemudian dijadikan bank syariah, menurut Karim, prosesnya berlangsung cukup rumit.
"Kalau sebuah bank sudah punya Rp 475 miliar ya mending tambahin sisanya yang Rp 25 miliar daripada beli bank kecil baru. Kalau beli bank kecil yang baru itu harus menyelesaikan segala macam cuci piring seperti urusin kredit-kredit orang yang dulu terkait dengan bank itu," katanya.
Meski demikian, munculnya beberapa bank syariah baru tersebut diperkirakan masih belum mampu menggenjot raihan pangsa pasar perbankan syariah sampai 5 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang