Lagi, Nasabah Perempuan Dirampok

Kompas.com - 07/01/2009, 13:43 WIB

SURABAYA, RABU — Perampokan terhadap nasabah bank yang baru saja mengambil uangnya kembali terjadi di Surabaya, Rabu (7/1) sekitar pukul 11.00.

Kali ini korbannya juga perempuan, Maria (38). Juragan laboratorium medis itu baru saja mengambil uangnya Rp 29 juta dari BCA Cabang Jalan Diponegoro, Surabaya.

Mengendarai mobil Toyota Kijang Innova sendirian, Maria langsung menuju tempat usahanya, Laboratorium Medis Pacar II di Jalan Musi 1, Surabaya. Beberapa saat sebelum sampai, dia sebetulnya sudah menyadari sedang dikuntit dua lelaki bersepeda motor Yamaha Jupiter MX.

Namun, Maria bukannya mengemudikan mobilnya ke lokasi aman semisal kantor polisi, ia justru menghentikan mobilnya di depan laboratorium karena menganggap segera bisa mengamankan diri di dalam. Saat turun dari mobil, Maria malah bertanya kepada kedua lelaki itu.

“Mau ke mana, ke apotek?” Maria pun bergegas masuk ke laboratoriumnya yang memang bersebelahan dengan apotek. Namun, ternyata seorang dari dua lelaki itu ikut masuk laboratorium. Ia langsung menempelkan pistol ke leher Maria. “Lempar tasnya!” teriak perampok itu seperti diceritakan ulang Maria kepada Surya Online di lokasi kejadian.

Maria sempat terpikir untuk lari menyelamatkan diri, tapi segera sadar itu mustahil karena perampok itu berpistol meski dia juga tidak yakin pistol itu sungguhan atau mainan. Akhirnya, Maria pilih menuruti perintah si perampok. Beberapa karyawannya yang menyaksikan peristiwa itu juga tak sanggup berbuat apa-apa.

“Uang itu rencananya buat bayar tagihan-tagihan,” kata Maria. Ia ingat persis, tasnya berisi mulai dari uang tunai sampai segalam macam kartu penting. Tak berapa lama setelah kejadian, polisi berdatangan, termasuk Wakil Kepala Kepolisian Resort Surabaya Selatan Komisaris Kartono.

Kepada polisi, Maria juga menerangkan, kedua pelaku tidak menggunakan helm tertutup. Maka, Maria ingat persis wajah perampok yang menodongkan pistol. Tinggi badan lelaki itu sekitar 175 cm, kulitnya putih seperti bule, berjaket hitam. “Kalau ditunjukkan, saya ingat wajahnya,” katanya.

Menurut Komisaris Kartono, perampokan terhadap perempuan di Surabaya meningkat pekan ini. Ia belum mendata ulang, tapi sudah ada beberapa kejadian serupa yang menimpa perempuan. musahadah/yul

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau