SURABAYA, RABU — Perampokan terhadap nasabah bank yang baru saja mengambil uangnya kembali terjadi di Surabaya, Rabu (7/1) sekitar pukul 11.00.
Kali ini korbannya juga perempuan, Maria (38). Juragan laboratorium medis itu baru saja mengambil uangnya Rp 29 juta dari BCA Cabang Jalan Diponegoro, Surabaya.
Mengendarai mobil Toyota Kijang Innova sendirian, Maria langsung menuju tempat usahanya, Laboratorium Medis Pacar II di Jalan Musi 1, Surabaya. Beberapa saat sebelum sampai, dia sebetulnya sudah menyadari sedang dikuntit dua lelaki bersepeda motor Yamaha Jupiter MX.
Namun, Maria bukannya mengemudikan mobilnya ke lokasi aman semisal kantor polisi, ia justru menghentikan mobilnya di depan laboratorium karena menganggap segera bisa mengamankan diri di dalam. Saat turun dari mobil, Maria malah bertanya kepada kedua lelaki itu.
“Mau ke mana, ke apotek?” Maria pun bergegas masuk ke laboratoriumnya yang memang bersebelahan dengan apotek. Namun, ternyata seorang dari dua lelaki itu ikut masuk laboratorium. Ia langsung menempelkan pistol ke leher Maria. “Lempar tasnya!” teriak perampok itu seperti diceritakan ulang Maria kepada Surya Online di lokasi kejadian.
Maria sempat terpikir untuk lari menyelamatkan diri, tapi segera sadar itu mustahil karena perampok itu berpistol meski dia juga tidak yakin pistol itu sungguhan atau mainan. Akhirnya, Maria pilih menuruti perintah si perampok. Beberapa karyawannya yang menyaksikan peristiwa itu juga tak sanggup berbuat apa-apa.
“Uang itu rencananya buat bayar tagihan-tagihan,” kata Maria. Ia ingat persis, tasnya berisi mulai dari uang tunai sampai segalam macam kartu penting. Tak berapa lama setelah kejadian, polisi berdatangan, termasuk Wakil Kepala Kepolisian Resort Surabaya Selatan Komisaris Kartono.
Kepada polisi, Maria juga menerangkan, kedua pelaku tidak menggunakan helm tertutup. Maka, Maria ingat persis wajah perampok yang menodongkan pistol. Tinggi badan lelaki itu sekitar 175 cm, kulitnya putih seperti bule, berjaket hitam. “Kalau ditunjukkan, saya ingat wajahnya,” katanya.
Menurut Komisaris Kartono, perampokan terhadap perempuan di Surabaya meningkat pekan ini. Ia belum mendata ulang, tapi sudah ada beberapa kejadian serupa yang menimpa perempuan. musahadah/yul
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang