JERUSALEM, RABU — Di tengah desakan untuk menghentikan serangan ke Jalur Gaza, Israel akhirnya setuju untuk sedikit melunak. Militer Israel menghentikan serangan selama tiga jam untuk memberi kesempatan penyaluran logistik makanan dan bahan bakar kepada penduduk di Gaza.
Juru bicara militer Isarel, Peter Lerner, mengatakan, penghentian operasi besar-besaran untuk memukul kantong persembunyian militan Hamas dilakukan Rabu (7/1) pukul 13.00-16.00 waktu setempat atau pukul 19.00-21.00. Ia mengatakan, hal serupa akan dipertimbangkan untuk dilakukan pada hari-hari berikutnya.
Meski demikian, penduduk Palestina mengaku masih menyaksikan penyerangan yang dilakukan Isarel. Namun, intensitas serangan memang menurun drastis daripada sebelumnya.
Gencatan senjata
Israel juga menyambut positif usulan gencatan senjata dari Mesir dan Perancis yang mengedepankan solusi diplomatik dalam konflik di Jalur Gaza. Usulan gencatan senjata tersebut diumumkan pada Selasa malam oleh Presiden Mubarak dan Sarkozy dalam pertemuan keduanya saat kunjungan Presiden Sarkozy ke Mesir.
Namun, pihak Israel ataupun Hamas masih meminta jaminan sebelum gencatan senjata dilakukan. Hamas hanya akan menyetujui gencatan senjata jika perbatasan-perbatasan Gaza dibuka. Sementara itu, Israel meminta evaluasi terukur yang memastikan tidak ada tembakan roket lagi dari Gaza dan tidak ada penyelundupan senjata kepada militan Hamas melalui perbatasan Mesir. Rincian proposal gencatan senjata itu sendiri belum dipublikasikan, tetapi intinya mencegah terus jatuhnya korban sipil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang