SINGAPURA, KAMIS — Harga minyak naik tipis di perdagangan Asia, Kamis (8/1), setelah menurun sehari sebelumnya akibat melemahnya permintaan, kata analis.
Kontrak utama berjangka New York untuk minyak mentah jenis light sweet pengirimana Februari naik 14 sen menjadi 42,77 dollar per barrel di New York Mercantile Exchange (Nymex). Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari naik 8 sen menjadi 45,94 dollar per barel.
"Melemahnya permintaan merupakan gambaran yang belum berlalu," kata Jonathan Kornafel, Direktur Hudson Capital Energy Asia, sebuah perusahaan dagang.
Ia mengatakan, kenaikan harga karena konflik yang masih terus berlangsung di Jalur Gaza, masalah di Nigeria, serta perselisihan gas antara Rusia dan Ukraina.
Departemen Energi Amerika Serikat mengatakan, Rabu, cadangan minyak mentah tumbuh dengan 6,7 juta barrel pekan lalu, jauh lebih tinggi ketimbang prediksi para analis, 700.000 barrel.
Kornafel memperkirakan, minyak diperdagangkan antara 38 dan 45 dollar AS per barrel pekan ini. Namun, ia mengatakan, harga dapat turun "sebanyak 10 hingga 12 dollar" jika konflik Israel-Hamas dan perselisihan antara Rusia dan Ukraina mengenai masalah gas belum juga bisa dipecahkan.
Harga minyak naik tajam pada pertengahan tahun lalu, mencapai rekor tinggi di atas 147 dollar AS per barrel pada Juli 2008 sebelum kecenderungan menurunnya ekonomi global telah mendorong menurunnya permintaan dunia untuk energi dan terus menurunnya harga minyak.